Jelang Imlek nelayan Batam berburu ikan dinkis
Selasa, 9 Februari 2021 3:54 WIB
Ikan dingkis terperangkap di alat tangkap warga Kota Batam Kepulauan Riau. Ikan dingkis banyak dicari warga Tionghoa untuk merayakan Imlek. (Dok warga)
Batam (ANTARA) - Nelayan di Kota Batam, Kepulauan Riau, bersiap berburu ikan dingkis, yang harganya melonjak setiap pergantian Tahun Baru China atau Imlek.
"Kami sudah memperbaiki kelong, lumayanlah. Untuk persiapan tangkap ikan dingkis pada Imlek ini," kata warga Kota Batam Celcon Carliston di Batam, Senin.
Celcon yang memiliki dua lapak kelong di perairan sekitar Tanjungriau sengaja memperbaiki alat tangkap ikan yang dipasang di perairan agar mampu menjebak sebanyak-banyaknya dingkis.
Ikan dingkis menjadi makanan favorit masyarakat Tionghoa yang tinggal di sekitar sekitar Selat Malaka saat Imlek.
Harga ikan dingkis pun melonjak hingga lima kali lipat saat menjelang dan saat Imlek.
"Sekarang sudah mulai ada. Harga juga sudah mulai naik. Kemarin sudah ada yang nawar Rp300 ribu per kilogram," kata Celcon.
Namun, kata dia, jumlah ikan dingkis yang terperangkap di kelong belum banyak. Biasanya "emas hidup" itu mulai ramai tiga hari menjelang Imlek.
Meski begitu ia mengatakan ikan dingkis di kelongnya berukuran besar dibanding tahun-tahun sebelumnya dan dalam kondisi bertelur, sesuai dengan yang diharapkan masyarakat Tionghoa.
Penawar ikan pun sudah mulai berdatangan memberikan harga tertinggi.
Ia berharap perolehan dari ikan dingkis tahun ini bisa melonjak seperti biasanya.
Pada tahun lalu nelayan di Batam terpaksa menelan pahit karena sedikit ikan dingkis yang tertangkap. Meski harga melonjak, namun pasokan sangat terbatas.
"Mudah-mudahan tahun ini membaik," kata dia.
"Kami sudah memperbaiki kelong, lumayanlah. Untuk persiapan tangkap ikan dingkis pada Imlek ini," kata warga Kota Batam Celcon Carliston di Batam, Senin.
Celcon yang memiliki dua lapak kelong di perairan sekitar Tanjungriau sengaja memperbaiki alat tangkap ikan yang dipasang di perairan agar mampu menjebak sebanyak-banyaknya dingkis.
Ikan dingkis menjadi makanan favorit masyarakat Tionghoa yang tinggal di sekitar sekitar Selat Malaka saat Imlek.
Harga ikan dingkis pun melonjak hingga lima kali lipat saat menjelang dan saat Imlek.
"Sekarang sudah mulai ada. Harga juga sudah mulai naik. Kemarin sudah ada yang nawar Rp300 ribu per kilogram," kata Celcon.
Namun, kata dia, jumlah ikan dingkis yang terperangkap di kelong belum banyak. Biasanya "emas hidup" itu mulai ramai tiga hari menjelang Imlek.
Meski begitu ia mengatakan ikan dingkis di kelongnya berukuran besar dibanding tahun-tahun sebelumnya dan dalam kondisi bertelur, sesuai dengan yang diharapkan masyarakat Tionghoa.
Penawar ikan pun sudah mulai berdatangan memberikan harga tertinggi.
Ia berharap perolehan dari ikan dingkis tahun ini bisa melonjak seperti biasanya.
Pada tahun lalu nelayan di Batam terpaksa menelan pahit karena sedikit ikan dingkis yang tertangkap. Meski harga melonjak, namun pasokan sangat terbatas.
"Mudah-mudahan tahun ini membaik," kata dia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Makna ritual bersih-bersih, buah jeruk, hingga ikan dingkis saat Imlek di Batam
20 January 2023 19:25 WIB, 2023