Nelayan Batam berburu ikan dingkis dengan kelong

id ikan dingkis,imlek batam,dingkis imlek,nelayan batam

Nelayan Batam  berburu ikan dingkis dengan  kelong

Nelayan Tanjungriau Kota Batam Kepulauan Riau memperbaiki kelong untuk menangkap ikan dingkis jelang Imlek.

Batam (ANTARA) - Nelayan Kota Batam Kepulauan Riau mulai berburu ikan dingkis dengan cara memasang alat tangkap ikan (kelong) dilaut perairan seklitar  pulau Batam.

Kelong merupaka perangkap jaring ikan dingkis yang biasa dijadikan makanan khas saat perayaan Imlek bagi keturunan China di Kepri dan Singapura.

"Kelong sebagian sudah diturunkan. Biasanya, kalau ada nasib, ikan akan banyak tanggal 24 dan 25 saat Imlek," kata nelayan Tanjungriau, Batam, Mansar, saat ditemui di Batam, Jumat.

Sebagian warga keturunan China percaya, ikan dingkis yang bertelur saat Imlek, dapat memberikan keberuntungan, sehingga ikan itu dicari setiap menjelang Tahun Baru China.

Kelong-kelong dipasang di perairan sekitar Batam, yang dipercaya menjadi tempat ikan dingkis bertelur.

Menurut Mansar, tidak semua perairan terdapat dingkis. Umumnya, nelayan sudah menandai lokasi tempat ikan mahal itu, yang merupakan pengetahuan turun-temurun.

Mengenai cuaca angin kencang yang beberapa hari terakhir ini menerpa Batam, ia mengatakan tidak masalah bagi nelayan.

"Kalau kelong tidak masalah kalau angin kencang, karena pakai kelong panennya mudah, tidak seperti bubu yang dipasang di laut," kata dia.

Saat ini, ikan dingkis sudah mulai ditemukan, namun ukurannya masih relatif kecil. Harganya pun relatif murah, sekitar Rp100-120 ribu per kilogram.

Nanti, mulai tiga hari menjelang Imlek, tangkapan ikan dingkis mulai besar, dan harganya pun bisa melonjak hingga Rp400 ribu per kilogram.

Secara terpisah, nelayan Tanjungriau lainnya, Carlis juga mengatakan sudah mulai memasang kelong untuk menangkap ikan dingkis.

"Belum banyak, tapi ini kelong mulai diturunkan, tiga hari lagilah. Tanggal 20-an," kata dia.

Saat menjelang Imlek, kata dia, merupakan berkah bagi nelayan, karena harga ikan dingkis melonjak tajam, sesuai dengan kebutuhan masyarakat keturunan China.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar