Logo Header Antaranews Kepri

SD Negeri 003 Pengadah terima bantuan sembako dari MPPI

Sabtu, 19 Februari 2022 19:55 WIB
Image Print
Sekolah Dasar Negeri 003 Desa Pengadah saat akan menerima bantuan paket Sembako dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Yayasan Masyarakat Peduli Perbatasan Indonesia (MPPI) dengan tema MPPI Peduli SDM unggul Indonesia Maju di Desa Pengadah, Natuna, Kepri. Sabtu, (19/2/2022). (ANTARA/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, menerima bantuan paket Sembako dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Yayasan Masyarakat Peduli Perbatasan Indonesia (MPPI) yang mengangkat tema MPPI Peduli SDM unggul Indonesia Maju di Desa Pengadah, Kabupaten Natuna, Kepri. Sabtu, (19/2/2022).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SDN 003 Desa Pengadah mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada MPPI.

"Terima kasih atas kunjungan MPPI ke sekolah kami ini, kita tidak menyangka kalau para guru justru mendapatkan bantuan sembako," kata Kepala Sekolah SD Negeri 003 Desa Pengadah, Misnawati.

Menurutnya, selama ini penerima bantuan sembako identik dengan masyarakat yang tidak mampu, namun kali ini berbeda justru sasarannya para guru.

"Tidak menyangka saja, ternyata MPPI memberikan apresiasi sejauh ini perhatiannya kepada kami para guru, cukup terharu," kata Misnawati.

Namun, Ia juga tidak menampik bahwa dari 10 orang guru yang ada disekolahnya tersebut, Tiga diantarnaya masih berstatus tenaga honorer dimana kesejahteraan mereka perlu juga mendapat perhatian.

"Rekan kita para guru honorer ini digaji menggunakan Dana Bos, sementara dana itu juga sebagai oprasional, tidak cukup," kata Misnawati.

Dengan adanya pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran akibat pandemi COVID-19, diakui Misnawati kondisi tersebut membuat kesulitan para gurunya.

"Kita kesulitan, pertama karena keterbatasan jaringan internet, jadi kita harus mendatangi ke rumah murid, tapi kadang orang tua mereka yang mendatangi sekolah untuk mengambil tugas tugas anak mereka," ungkap Misnawati.

Selain itu kendala juga dialami mereka ketika mendatangi rumah para siswa siswi yang berada di hutan-hutan hanya untuk mengantar tugas sekolah.

"Kadang kan ada juga yang jauh, tidak jarang mereka juga tidak mesti ada di rumah, kadang ada juga yang mengambil tugas langsung ke sekolah," ujarnya.

Ia berharap pandemi COVID -19 akan segera berakhir sehingga siswa siswi dapat sepenuhnya bisa belajar di sekolah secara tatap muka secara langsung.

"Meskipun sekarang sudah ada jaringan internet tetapi tidak semua orang tua wali murid ada handphone android," keluhnya

Dalam agenda kunjungan yang dilakukan MPPI di SDN 003 Desa Pengadah terungkap juga bahwa sekolah tersebut membutuhkan peralatan pengeras suara untuk kegiatan pertemuan atau kegiatan olah raga seperti senam.

"Kita berharap ada bantuan untuk pengadaan peralatan seperti komputer dan pengeras suara agar tidak mengusik uang oprasional sekolah yang masih banyak membutuhkan keperluan lainnya termasuk gaji guru honorer itu tadi," kata Misnawati.

Harapannya agar MPPI berkunjung kembali ke sekolah mereka karena kegiatan wawasan kebangsaan yang disampaikan sangat bermanfaat bagi murid sekolah tersebut.

"Terima kasih MPPI, kegiatan seperti ini sangat baik, ada interaksi kepada siswa, seperti pramuka, menambah wawasan bagi anak tentang keindonesiaan", ucapnya.

Sementara perwakilan MPPI di Natuna, Cherman menyampaikan tujuan kunjungan mereka dalam kegiatan MPPI Peduli SDM unggul Indonesia maju sasarannya adalah terhadap dunia pendidikan, khususnya daerah perbatasan.

"Tujuan kita tidak lain adalah untuk memberikan semangat dan mendorong agar proses belajar mengajar di daerah perbatasan, baik guru dan muridnya terus semangat," kata Cherman.

Selain itu, Ia mengatakan MPPI hadir di SD Negeri 003 Desa Pengadah untuk melakukan kegiatan dalam rangka mempererat persatuan bangsa dengan membawa pesan kebangsaan.

"Selain wawasan kebangsaan kita juga menyerahkan bantuan sembako, kuis cerdas cermat berhadiah bagi siswa, serta ucapan terimakasih yang kita dedikasikan kepada guru honorer, serta kegiatan oleh raga bersama, tentunya tidak lupa juga mensosialisasikan prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan karena mengingat penyebaran COVID - 19 di Natuna masih terus terjadi," pungkas nya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026