
Selama Januari 2022 Batam Ekspor 1,05 miliar dolar AS

Batam (ANTARA) - Nilai ekspor Kota Batam, Kepulauan Riau, tercatat sebesar 1,053 miliar dolar AS pada Januari 2022, turun 18,6 persen dibandingkan Desember 2021.
Kepala Badan Pusat Statistik Batam Rahmad Iswanto mengatakan penurunan nilai ekspor pada Januari 2022 didorong turunnya sektor nonmigas sebesar 18,27 persen.
"Tapi, menurut saya ini masih tinggi, karena di awal tahun sudah tembus di atas 1 miliar dolar AS," kata Rahmad dalam rilis BPS yang diakses melalui daring, Rabu.
Ia menyatakan, selama lima tahun terakhir, nilai ekspor di awal tahun belum pernah mencapai 1 miliar dolar AS, sehingga capaian Januari ini merupakan start yang bagus di 2022.
"Ini kabar bagus. Industri manufaktur kita masih bagus," kata dia.
Pihaknya juga mencatat, nilai ekspor Kota Batam pada Januari 2022 menyumbang 80,32 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar 1,311 miliar dolar AS.
Ekspor migas Januari 2022 mencapai 103,44 juta dolar AS atau turun 21,57 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai 950,30 juta dolar AS atau turun 18,27 persen dibanding Desember 2021.
Sementara itu nilai impor Kota Batam Januari 2022 mencapai 1,01 miliar dolar AS atau naik 0,57 persen dibanding Desember 2021.
Nilai impor migas pada bulan Januari 2022 mencapai 3,21 juta dolar AS atau turun 69,64 persen dibanding Desember 2021 dan nonmigas mencapai 1,01 miliar dolar AS atau naik 1,31 persen.
Selama Januari 2022 impor nonmigas terbesar adalah golongan barang mesin/ peralatan listrik (85) dengan nilai 469,51 juta dolar AS atau 46,35 persen dari total impor nonmigas.
Rahmad menyatakan, negara asal impor awal tahun ini berbeda dari kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, yaitu didominasi Tiongkok, Singapura dan Malaysia.
"Ada struktur yang berubah di awal 2022. Biasanya impor dominan dari Tiongkok, baru Singapura dan Malaysia. Tapi kini muncul Taiwan menjadi negara pemasok komoditi," kata dia.
Sementara itu, dengan catatan ekspor impor, maka neraca perdagangan Kepri pada Januari 2022 surplus 37,59 juta dolar AS.
"Kita masih bersyukur surplus. Kalau lihat dari grafik neraca perdagangan ekspor memang selalu tipis," kata dia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
