
Jenazah Eril tiba di Bandara Soetta

Tangerang, Banten (ANTARA) - Jenazah Emmeril Khan Mumtadz atau Eril tiba di Bandara Soekarno - Hatta Tangerang Banten, Minggu sekitar pukul 15.45 WIB, bersama Ridwan Kamil yang ikut dalam penerbangan dari Swiss.
Jenazah kemudian dibawa ke kargo jenazah human remains transit lounge untuk proses pemindahan ke mobil yang siap membawa ke Gedung Pakuan, Bandung.
Erwin Maniruzman selaku kakak dari Ridwan Kamil di Tangerang Minggu mengatakan jenazah Eril tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan selama 17 jam dari Swiss dan transit di Doha. Prosesnya berjalan lancar.
Baca juga:
Ribuan warga sampaikan doa untuk Eril
Eril akan dimakamkan di sebelah sungai dengan pemandangan gunung
Ia mengatakan keluarga besar menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah membantu proses pengurusan jenazah Eril seperti Presiden Joko Widodo dengan memerintahkan jajarannya dalam proses pencairan hingga kepulangan ke Indonesia saat ini.
"Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dari proses pencairan hingga proses kepulangan saat ini," katanya.
Ia mengatakan setelah proses penyerahan kepada keluarga maka jenazah Eril akan dibawa ke Gedung Pakuan Bandung untuk dishalatkan oleh keluarga.
"Kita akan menempuh perjalanan darat ke Bandung menuju gedung Pakuan. Nanti di sana akan dishalatkan oleh keluarga," ujarnya.
Sementara itu, ribuan warga terus berdatangan ke Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, hingga Minggu sore untuk menyampaikan ucapan belasungkawa dan doa untuk almarhum Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril.
Seorang warga Kabupaten Bandung, Anisa menuturkan dirinya sengaja datang ke Gedung Pakuan agar bisa menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung untuk putra sulung Gubernur Ridwan Kamil.
"Tentunya saya ingin mengucapkan belasungkawa untuk keluarga Pak Ridwan Kamil dan Bu Cinta atas kepergian A Eril. Walaupun saya tidak kenal sama A Eril, tapi saya merasa sedih ketika tahu kabar A Eril hanyut di Sungai Aare," kata Anisa (22) yang datang bersama ibunya.
Anisa mengaku senang karena bisa menuliskan doa di atas secarik kertas yang telah disediakan di salah satu ruangan Gedung Negara Pakuan.
"Semoga doa yang saya tuliskan di atas secarik kertas untuk almarhum A Eril bisa dikabulkan oleh Allah SWT," katanya.
Tak hanya warga Kota Bandung, simpati hadir dari luar Kota Bandung, seperti Gilang (26), warga Cilacap, Jawa Tengah.
Gilang tak sendiri, dia mengajak rekannya yang lain, Erika (25), warga Jakarta. Mereka rela mengantre di pintu masuk Gedung Pakuan untuk bertakziah.
"Kami ingin ikut berbela sungkawa kepada keluarga Kang Emil. Kebetulan Eril itu adik tingkat saya di ITB walaupun kami tidak saling kenal," ucap Gilang.
Baca juga:
Polri kawal kepulangan jenazah Eril
Sementara Erika mengaku sangat terenyuh dengan unggahan-unggahan perjuangan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Kamil mencari separuh jiwa mereka di Sungai Aare.
"Saya ikut merasakan duka yang dialami keluarga, meski saya juga enggak kenal, tapi kami ingin bersimpati karena saya yakin Kang Emil orang baik. Saya ikut sedih melihat informasi tentang Eril di media sosial," tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Eril tiba di Bandara Soetta usai tempuh perjalanan 17 jam dari swiss
Pewarta : Achmad Irfan
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
