Logo Header Antaranews Kepri

Kenali faktor pemicu asma cegah peradangan

Selasa, 21 Juni 2022 10:48 WIB
Image Print
Ilustrasi (Pexels)
Tujuan dari pengelolaan asma adalah agar pasien dapat mengontrol risiko serangan asma dan tentunya hidup dengan lebih produktif,

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) menyarankan orang yang menderita penyakit asma mengenali faktor pemicu penyakit pernapasan itu. Pasien juga sebaiknya menaati anjuran dokter untuk mencegah peradangan saat asma kambuh.

"Tujuan dari pengelolaan asma adalah agar pasien dapat mengontrol risiko serangan asma dan tentunya hidup dengan lebih produktif," kata Faisal dalam keterangan resmi, Selasa.

Ia mengemukakan penyakit asma merupakan peradangan kronis yang disebabkan penyempitan pada otot-otot saluran pernapasan yang dapat menimbulkan mengi, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala ini dapat muncul secara episodik, dan tidak dapat disembuhkan melainkan hanya dapat dikontrol.

Penyebab asma kambuh tidak selalu sama di antara pasien. Namun secara umum, asma muncul akibat paparan terhadap faktor pemicu seperti debu, asap rokok, makanan tertentu, kondisi cuaca dan faktor lingkungan lainnya. Intensitas serangan asma dapat meningkat jika terpapar lebih sering dengan faktor pemicu tersebut. Sebaliknya, jika tidak terkontrol, asma dapat mengancam jiwa.

Menurut dia, pengelolaan asma agar risiko serangan dapat dikontrol, dan pencegahan pun dapat dilakukan dengan mengenali dan menghindari faktor pemicu kekambuhan asma. Sejurus dengan itu, pasien asma juga dapat melakukan pengobatan yang dianjurkan oleh dokter secara teratur.

“Asma dengan intensitas kekambuhan ringan, sedang dan berat direkomendasikan pemberian terapi kontrol kortikosteroid inhalasi secara rutin dengan dosis yang disesuaikan, tidak cukup dengan obat pelega saja. Kortikosteroid inhalasi tersebut bekerja sebagai antiinflamasi yang memberikan perlindungan pada penyempitan saluran pernapasan sehingga dapat mengurangi risiko serangan akut, tentunya jika rutin digunakan," terangnya.

Ia menuturkan GINA juga turut menyarankan untuk mengontrol gejala asma dengan menggunakan terapi kortikosteroid inhalasi.

WHO mencatat sebanyak 262 juta orang saat ini menderita penyakit asma. Penyakit ini juga telah menyebabkan 455,000 kematian. Sementara Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan sejumlah 4,5 persen atau secara kumulatif 11 juta penduduk Indonesia menderita asma. Angka ini menjadikan asma sebagai salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang paling banyak diidap orang dewasa dan anak anak.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kenali faktor pemicu asma cegah radang saat kambuh



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026