Logo Header Antaranews Kepri

Singapura Tahun ini Perlu 100 Ribu Pekerja Asing

Jumat, 16 Juli 2010 09:24 WIB
Image Print
Ilustrasi: Taman Merlion Merlion Singapura. (Foto antaranews/Jo)

Singapura (ANTARA/AFP) - Singapura akan membutuhkan 100.000 pekerja asing baru tahun ini untuk menjaga ekonomi tetap pada jalur rebound yang menakjubkan, kata Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

"Jika kami tidak mengizinkan para pekerja asing, Anda akan terlalupanas," katanya kepada media Singapura selama kunjungan ke AmerikaSerikat seperti dikutip Straits Times seperti dikutip Strait Times,Kamis.

Kaya tetapi kekurangan pekerja Singapura secara historis menyambut hangat orang asing, yang jumlahnya meningkat secara dramatis dalam boom (ledakan) 2004-2007.

Dengan satu dari tiga di antara lima juta orang yang hidup di pulau kecil ini sekarang seorang asing, warga mengeluhkan kompetisi untuk pekerjaan, perumahan dan perawatan medis. Pemerintah telah mencari kebijakan baru pintu terbuka.

Namun, Lee mengatakan kebutuhan banyak tenaga kerja luar negeri tak terhindarkan meskipun berupaya memperlambat masuk setelah keluhan dari warga negaranya yang menghadapi persaingan ketat pekerjaan selama resesi tahun lalu.


Pada Rabu kementerian perdagangan dan industri menaikkan tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 13-15 persen dari 7,0-9,0 persen.

Itu bisa membuat pertumbuhan ekonomi Singapura tercepat di dunia tahun ini, menurut ekonom.

Lee meyakinkan pemerintah Singapura akan mengelola masuknya pekerja asing dengan tindakan seperti pungutan yang lebih tinggi pada perusahaan yang mempekerjakan dari luar negeri.

"Saya membayangkan akan ada lebih dari 100.000 pekerja asing ekstra tahun ini. Saya tidak bisa melihat itu sebaliknya, tetapi kita harus menerima hal itu," katanya.

Ahli yang diwawancarai oleh surat kabar Straits Times mengatakan arus masuk tahun ini diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2007, terdapat 144.500 pekerja asing baru dan 157.000 direkrut pada 2008, kata mereka.

Bank investasi Morgan Stanley, Kamis memperkirakan ekonomi Singapura tumbuh sebesar 16 persen tahun ini, naik dari proyeksi sebelumnya 9,0 persen.

Lee mengatakan warga Singapura jangan mengharapkan pertumbuhan bintang setiap tahun dan memperingatkan terhadap perbandingan dengan ekonomi-ekonomi lainnya.

"Mungkin numerik, angka pertumbuhan mungkin lebih tinggi dari negara-negara lainnya, tapi saya akan ragu untuk membandingkan diri dengan China," ia mengatakan.

"Saya pikir jika kamu membandingkan dirimu dengan Shanghai, mereka mungkin di depan kami."(SYS/A026/M012*Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026