Logo Header Antaranews Kepri

Kapolri serukan reformasi kultural Polri

Selasa, 4 Oktober 2022 14:00 WIB
Image Print
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara penutupan pendidikan dan pelatihan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan Ke-51, Resimen Satya Intar Adinata Pratapa, di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (3-10-2022). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan reformasi kultural Polri di hadapan 2.123 perwira polisi lulusan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan Ke-51. Ia berharap seluruh lulusan menjadi agen penggerak guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara.

"Guna meningkatkan kepercayaan publik, rekan-rekan harus menjadi agen penggerak reformasi kultural Polri. Saya memahami bahwa untuk melakukan hal tersebut tidaklah mudah. Kendati demikian, harus dilakukan demi kebaikan institusi Polri yang dicintai," kata Sigit dalam amanatnya dikutip melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sigit Prabowo mengatakan bahwa kepercayaan publik merupakan kunci utama dan harga mati bagi institusi Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Seperti yang diamanatkan Presiden Joko Widodo bahwa agar citra Polri terus dijaga. Jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Menurut Sigit, apabila kepercayaan publik terhadap Polri tinggi, tentunya setiap upaya pemolisian akan lebih efektif karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

"Sebaliknya, apabila kepercayaan publik rendah, apa pun tindakan Polri akan selalu kurang di mata publik," kata dia.

Terkait dengan reformasi kultural Polri itu, Sigit menyebutkan ada dua pendekatan yang harus dilakukan anggotanya, yakni melalui pendekatan rule based definition dengan seperangkat aturan dan koridor hukum.

Kedua, melalui pendekatan value based definition, yaitu pembatasan berdasarkan nilai-nilai dan etika, termasuk Tribrata maupun Catur Prasetya.

Menurut dia, upaya reformasi kultural tentunya juga harus diiringi dengan pengembangan SDM Polri yang unggul.

"Untuk itu, rekan-rekan harus terus mengembangkan tiga kompetensi, baik kompetensi leadership, teknis, maupun etika," kata dia.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyebutkan setiap personel kepolisian juga harus menerapkan konsep kepemimpinan melayani sebagaimana teori Servant Leadership dengan menjadi teladan dan menempatkan anggota serta masyarakat sebagai prioritas utama.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapolri serukan reformasi kultural Polri kepada jajaran



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026