Logo Header Antaranews Kepri

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Lebih Tinggi dari Nasional

Kamis, 5 Agustus 2010 19:40 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada semester pertama 2010 dibanding 2009 mencapai 8,32 persen, lebih tinggi dibanding tingkat nasional yang hanya 5,9 persen, kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau Zul Amri.

"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersihtumbuh 4,96 persen, disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoranyang tumbuh sebesar 2,73 persen. Hanya sektor industri pengolahan yangmengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,05 persen," kata Zul Amri diTanjungpinang, Kamis 5 Agustus 2010.

Sementara produk domestik regional bruto Kepulauan Riau (PDRB Kepri) pada triwulan kedua tahun 2010 tumbuh sebesar 1,01 persen, sedikit melambat jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2010 yang tumbuh 1,11 persen.

Sedangkan PDRB Kepri pada triwulan kedua tahun 2010 dibandingkan dengan triwulan kedua tahun 2009, tumbuh sebesar 7,43 persen. PDRB Kepri tanpa migas secara berantai yaitu triwulan kedua 2010 dibanding triwulan I 2010 tumbuh sebesar 0,99 persen.

"Sementara triwulan kedua 2010 dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya tumbuh sebesar 7,65 persen," ungkapnya.

Pada triwulan pertama tahun 2010 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,36 triliun, kemudian pada triwulan kedua tahun 2010 meningkat menjadi Rp17,7 triliun.

Sementara atas harga konstan 2000, PDRB triwulan pertama tahun 2010 sebesar Rp10 triliun dan pada triwulan kedua tahun 2010 meningkat menjadi Rp10,16 triliun.

Berdasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar pada triwulan kedua tahun 2010 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp8, 2 triliun, kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp3,4 triliun. Disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp1,52 triliun, dan terakhir sektor konstruksi sebesar Rp1,2 triliun.

Sektor ekonomi lainnya masing-masing menghasilkan nilai tambah bruto dibawah Rp1 triliun..

Pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, sektor yang memberikan nilai tambah bruto paling besar berturut-turut sektor industri pengolahan sebesar Rp5,13 triliun, sektor perdagangan, hotel, restoran Rp2,34 triliun, dan sektor pertambangan dan penggalian Rp 533.319,90 juta.

Pada triwulan kedua tahun 2010, sektor ekonomi yang memiliki peranan terbesar adalah sektor industri pengolahan yaitu sebesar 46,55 persen, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 19,73 persen serta sektor pertambangan dan penggalian 8,61 persen.

"Secara keseluruhan ketiga sektor tersebut mempunyai andil peranan sebesar 74,89 persen dalam PDRB," ungkapnya. (NP/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026