Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan Korban Ledakan Gas

Minggu, 8 Agustus 2010 19:55 WIB
Image Print
Bupati Karimun Nurdin Basirun, berdiri, Minggu (8/8) menengok korban luka akibat ledakan tabung gas penjual balon. (Foto kepri.antaranews.com/Rusdianto)

Karimun(ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menanggung biaya perawatan dan pengobatan para korban ledakan tabung gas milik penjual balon Yarni Safri (39) di keramaian konser ''Gebyaraya'' A Mild Wanted di Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (7/8) malam.

''Segala biaya perawatan para korban ditanggung pemerintah daerah,'' kata Bupati Karimun Nurdin Basirun saat menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun, Minggu 8 Agustus 2010
.
Nurdin yang didampingi Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar, Sekretaris Daerah Anwar Hasyim serta Kepala Inspektorat Daerah M Ikbal itu menyatakan prihatin atas musibah tersebut.

''Kami ikut prihatin. Siapapun tidak menginginkan musibah itu, dan kami berharap kepada para korban sabar dan tabah menghadapi cobaan,'' kata dia.

Nurdin juga memberikan santunan kepada 6 korban yang masih menjalani perawatan, yaitu atas nama Rizal (14), Farel Afandi (3), Nazri alias Buyung (15), Rubiah (30) dan Susan (22).
Kelima korban tersebut dirawat di kamar 519, 517 dan 516 RSUD menyusul luka-luka di sekujur tubuh akibat semburan gas dan serpihan tabung gas karbit milik Yarni.

Diamputasi

Santunan juga diberikan kepada Yarni S, penjual balon yang masih dirawat di unit perawatan intensif (ICU) yang kaki kirinya telah diamputasi tim medis karena hancur terkena ledakan.

Sementara, santunan korban meninggal Nadia (30), diserahkan kepada keluarganya saat Nurdin dan rombongan melayat ke rumah duka di Baran I, RT 02/RW02 Kelurahan Baran, Kecamatan Meral.

Seperti diberitakan kepri.antaranews.com semalam, tabung gas milik Yarni meledak di tengah keramaian acara konser ''Gebyaraya'' yang disponsori Sampoerna A Mild.

Ledakan disertai serpihan yang beterbangan mengakibatkan 11 orang luka-luka berat dan ringan serta satu warga atas nama Nadia meninggal dunia.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penyidikan atas peristiwa ledakan itu.

Barang bukti berupa serpihan tabung gas telah diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun untuk penyidikan. Sedangkan, garis polisi yang membatasi lokasi ledakan, sejak Minggu pagi sudah dibuka dan dapat dilewati warga. (Rdn/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026