Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur Sani Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Minggu, 15 Agustus 2010 00:44 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - HM Sani yang dijadwalkan pada 19 Agustus 2010 dilantik menajdi Gubernur Kepulauan Riau akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur guna menunjang pembangunan ekonomi terutama didaerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun.

"Sebenarnya pembangunan infrstruktur saat ini sudah berjalan. Saya akan lebih tingkatkan lagi di masa mendatang," kata Sani yang dalam periode kepemimpinan bersama Gubernur Ismeth Abdullah 2005-2010 adalah Wakil Gubernur Kepri, di Tanjungpinang, Sabtu 14 Agustus 2010.

Sani yang kini Pelaksana Tugas Gubernur Kepulauan Riau, menuturkan, pembangunan infrastruktur yang mendesak adalah listrik, air bersih dan pembangunan pelabuhan untuk "free trade zone (FTZ) atau daerah perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan dan Karimun.

Menurut Sani, masalah krisis listrik yang terjadi di Bintan dan Karimun sudah dibicarakan dengan pihak PLN pusat agar bisa ditingkatkan demi mengatasi krisis listrik yang terjadi.

"PLN sudah merespon usai saya ceritakan permasalahan yang terjadi saat ini," katanya.

Untuk air pipa (bersih), menurut Sani khususnya di Tanjungpinang dan Bintan akan dicarikan sumber bahan baku utama selain Waduk Sungai Pulai yang saat ini juga hampir kering.

"Saya sudah memahami kendala penyediaan air bersih di Tanjungpinang terutama di Waduk Sungai Pulai agar tidak kering lagi, " katanya.

Dalam jangka pendek kan dicarikan waduk di Galang Batang dan Gesek, Kabupaten Bintan, ujar Sani.

Untuk infrastruktur FTZ, menurut dia juga menjadi prioritas guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau, khususnya di Batam, Bintan dan Karimun.

"Permasalahan master list, pertanahan dan pelayanan satu atap akan segera diselesaikan agar FTZ bisa berjalan dengan baik," katanya.

Selain itu, menurut Sani sektor kelautan juga akan menjadi prioritas untuk dikembangkan guna meningkatkan taraf hidup nelayan.

"Wilayah Kepri 96 persen lautan dan belum digarap maksimal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Saat ini sedang dilakukan pemetaan untuk mengoptimalkan hasil dari sektor kelautan," katanya. (HW/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026