Logo Header Antaranews Kepri

PPM Kibar Merah Putih di Perairan Internasional

Sabtu, 28 Agustus 2010 17:05 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pemuda Panca Marga mengibarkan 50 bendera Merah Putih di perairan internasional, perbatasan Indonesia-Malaysia, Sabtu 28 Agustus 2010.

"Kegiatan ini kami lakukan untuk mengingatkan kembali kepada pemerintah tentang sengketa wilayah Indonesia-Malaysia yang belum selesai," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PPM), Erdin Odang di Batam.

Lima puluh bendera itu dibawa oleh 50 anggota PPM dari seluruh Indonesia.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Malaysia harus segera menyelesaikan penetapan perbatasan untuk menghindari berbagai masalah yang mungkin timbul dari sengketa masalah.

Namun, kata dia, Pemerintah Indonesia harus tegas mempertahankan daerah dalam pembahasan penetapan batas wilayah, agar tidak dicaplok negara lain.

"Pemerintah harus tegas menyatakan 'ini punya kita'," kata dia.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di tengah perairan internasional, PPM menyatakan, tidak mau diganggu dan tidak akan mengganggu negara lain, karena Indonesia adalah bangsa yang berdaulat dan bermartabat.

Namun, jika diganggu, maka PPM siap mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia.

PPM juga menuntut pemerintah tegas dan keras menyikapi arogansi Malaysia yang dianggap sering melecehkan RI.

"Sebagai negara bersahabat, Singapura, Malaysia, mari menjaga kedaulatan negara masing-masing," kata Erdin membacakan pernyataan sikap.

Selain mengibarkan Merah Putih dan membacakan pernyataan sikap, PPM juga menggelar doa bersama dan menabur bunga di perairan internasional, melambangkan tekad untuk mempertahankan wilayah RI.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak untuk menyelesaikan menghangatnya hubungan kedua negara dengan baik.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan Presiden sudah melayangkan surat ke Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Menurut dia, Presiden Yudhoyono menyampaikan agar persoalan Indonesia dan Malaysia diselesaikan dengan baik sehingga suasana kerja kembali sejuk.

"Presiden juga mendorong pembicaran tentang perbatasan. Itu yang paling penting. Dua poin itu inti dari surat yang disampaikan," kata Djoko. (Y011/S023/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026