Logo Header Antaranews Kepri

Adpel Waspadai Cuaca Saat Puncak Arus Balik

Jumat, 17 September 2010 19:22 WIB
Image Print
Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai Karimun Gajah Rooseno. (foto.kepri.antaranews.com/Rusdianto)

Karimun, (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mewaspadai cuaca buruk saat puncak arus balik Idul Fitri 1431 Hijriyah yang diprediksi pada Sabtu dan Minggu, 18-19 September 2010 seiring berakhirnya masa liburan sekolah.

''Cuaca menjadi perhatian utama agar puncak arus balik tetap aman dan lancar,'' kata Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai Karimun Gajah Rooseno di Tanjung Balai Karimun, Jumat 17 September 2010.

Sepanjang hari ini, Kota Tanjung Balai Karimun dan perairan sekitarnya diliputi mendung dan hujan sejak pagi hingga sore.

''Pengamatan kami, hujan yang mengguyur tidak disertai angin kencang dan kabut. Kami berharap kondisi sama juga terjadi saat puncak arus balik,'' katanya.

Menurut Gajah Rooseno, pihaknya masih mengizinkan kapal penumpang berlayar karena kondisi cuaca masih dalam tahap aman bagi kapal penumpang berbahan ''fiberglass''.

Kapal berbahan fiber dibenarkan berlayar karena lama perjalanannya tidak melebihi batas waktu yang ditentukan serta tidak melewati perairan lepas.

''Kami akan menunda keberangkatan kapal jika terjadi perubahan cuaca mendadak berupa gelombang besar dan kabut,'' katanya.

Dia memaparkan telah menginstruksikan tim antar-instansi pada posko pelayanan pemudik untuk siaga untuk mengantisipasi kecelakaan laut.

''Kapal penyelamatan dan penanggulangan musibah tetap kami siagakan di pelabuhan,'' katanya.

Dia mengatakan kapal penyelamatan diperbantukan dari TNI-AL, Bea dan Cukai, Polisi Perairan dan kapal operasional milik Adpel.

''Pengamanan penumpang Pelni menjadi perhatian penuh oleh petugas. Setiap penumpang tetap kami tekankan agar menggunakan baju pelampung saat menaiki kapal motor menuju dermaga,'' ucapnya.

Kapal Pelni, jelas dia, tidak menurunkan penumpang ke dermaga, melainkan diangkut dengan kapal motor karena kapal tersebut lego jangkar di tengah laut.

''Kapal tersebut lego jangkar karena dikhawatirkan kandas jika merapat di dermaga,'' ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan koordinasi antar-instansi, termasuk Pos SAR Karimun tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi peristiwa tak terduga.

''Yang terpenting, suasana pelabuhan tetap tertib meski penumpang melonjak,'' katanya menandaskan. (ANT-028/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026