
Pasar Tusuk Gigi Karimun Direbut China

Karimun (ANTARA News) - Produk China makin menguasai pasar di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, tidak hanya pasar elektronik, telepon genggam atau makanan ringan, pasar tusuk gigi juga direbut negara tirai bambu.
Sejumlah warga Tanjung Balai Karimun mengungkapkan, tusuk gigi buatan China berkualitas bagus, tidak kalah dengan produk negara lain apalagi dalam negeri.
''Ukurannya pas untuk gigi kita, tidak terlalu besar atau terlalu kecil dan tidak mudah patah,'' kata Yusni, warga Sei Lakam Tanjung Balai Karimun, Rabu 20 Oktober 2010.
Yusni mengaku sudah lama membeli tusuk gigi buatan China. Sebelumnya dia membeli produk dalam negeri yang ukurannya tidak konsisten, kadang besar terkadang terlalu kecil.
''Kalau yang besar kurang runcing dan sulit memasuki celah gigi,sedangkan yang kecil mudah patah,'' ucapnya.
Kurnia, warga lainnya mengatakan, tusuk gigi China juga murah, per bungkusnya hanya Rp3.500 dan tahan beberapa bulan.
''Saya tidak tahu berapa batang isinya karena tidak tertera dalam kemasan, selain itu berbahasa China,'' katanya.
Ace, pemilik toko di kawasan Puakang mengatakan, tusuk gigi China yang paling diminati karena bagus dan murah.
''Stok tusuk gigi buatan China kami perbanyak karena paling laku,'' katanya.
Dia mengatakan, produk China makin menggeser produk negara lain, termasuk dalam negeri.
''Kami menjual produk sesuai permintaan pasar. Kalau tidak, kami akan kalah bersaing dengan pedagang lain,'' ucapnya.
Secara terpisah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Karimun M Yasin mengatakan, perdagangan bebas, termasuk kesepakatan ACFTA-Asean-China Free Trade Agreement merupakan peluang dan tantangan bagi pelaku usaha.
''Pengusaha harus jeli menangkap peluang usaha sesuai permintaan pasar,'' katanya.
Sektor perdagangan masih menjadi primadona bagi dunia usaha di kabupaten itu.
''Usaha yang dihasilkan harus mampu bersaing dengan produk impor,'' ucapnya.
Pantauan, hampir setiap swalayan, mini market dan toko kelontong menjual produk impor asal China, mulai dari peralatan elektronik, perabot rumah tangga, makanan dan minuman ringan hingga tusuk gigi.
Di toko dan konter 'handphone', juga banyak telepon genggam buatan China, baik menggunakan merek sendiri maupun merek HP ternama seperti Nokia atau BlackBerry.
Produk China makin merebut pasar di Karimun pascapemberlakuan ACFTA per 1 Januari 2010. (ANT-028/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
