Logo Header Antaranews Kepri

Banyan Tree Bintan Kembali Lepas Tukik

Jumat, 22 Oktober 2010 22:07 WIB
Image Print
Ilustrasi: Turis muda menyaksikan pelepasan tukik di Banyan Tree, beberapa waktru silam. (kepri.antaranews.com/Henky Mohari)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Hotel dan Resor Banyan Tree Bintan, Kepulauan Riau, kembali melepaskan tukik jenis penyu sisik (eretmochelys imbricata) ke laut lepas, setelah pada awal Oktober 2010 melepas 59 ekor.

"Hari ini kami kembali melepaskan 56 ekor tukik hasil penangkaran telur penyu dari pesisir pantai kawasan wisata Lagoi, Bintan," kata Manager Corporate Social Responsibility (CSR) Banyan Tree Bintan, Henry Ali Singer yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat, 22 Oktober 2010.

Henry mengatakan, pelepasan tukik sudah menjadi agenda wisata setiap musim penyu bertelur itu, dan tetap mendapat sambutan sangat antusias dari ratusan orang turis mancanegara.

"Wisatawan mancanegara sangat menikmati pelepasan tukikt, apalagi anak-anak yang bagi merupakan pengalaman pertama melihat langsung tukik berusaha menuju laut lepas," ujarnya.

Menurut dia, pelepasan tukik dilakukan secara resmi oleh Direktur Food and Beverage Banyan Tree Bintan, Sree Vaslan yang juga diikuti sekitar 120 orang turis.

"Sampai hari ini kami mencatat sudah sebanyak 420 ekor tukik yang kami lepaskan dari hasil penangkaran," katanya.

Menurut dia tukik hanya dibiarkan selama 2x24 jam di dalam lubang penangkaran setelah menetas sebelum dilepaskan.

"Para ahli penyu menyebut waktu 2x24 jam merupakan waktu yang paling efektif untuk melepaskan tukik daripada dibiarkan besar di dalam penangkaran, agar insting penyu untuk bertahan hidup lebih tinggi," katanya.

Dari 420 tukik yang sudah dilepas tersebut menurut Henry hanya satu persen yang bisa bertahan hidup dialam bebas.

Pelepasan tukik yang sudah beberapa tahun terakhir dilakukan Banyan Tree Bintan, menurut dia merupakan sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan upaya menyelamatkan penyu jenis sisik dari kepunahan.

"Banyan Tree mempunyai komitmen untuk menjaga keseimbangan lingkungan dengan melakukan berbagai konservasi terhadap hewan langka, bukan hanya penyu tetapi juga hewan maupun tumbuhan lain di sekitar resor yang dilindungi," katanya. (ANT-029/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026