
Loket Tiket Pelabuhan Karimun Ambruk

Karimun (ANTARA News) - Lantai bangunan loket tiket kapal di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ambruk dan melukai seorang penjual tiket, Sentot yang terjatuh ke kolong bangunan saat air laut sedang surut.
Lantai tersebut ambruk sepanjang lima meter saat aktivitas di pelabuhan sedang ramai, Sabtu sekitar pukul 09.30 WIB.
Sentot, penjual tiket PT Arena Bahtera terjeblos ke kolong bangunan setalah lantai kayu yang ia pijak jebol.
''Saat itu air laut sedang surut. Sentot terjatuh dan mengenai batu-batu yang berguguran, akibatnya dia luka robek pada lengan kanan dan wajah,'' kata seorang penjual tiket yang enggan disebutkan nama, Sabtu.
Sentot dirawat di rumah sakit dan lukanya diberi beberapa jahitan oleh dokter.
"Beruntung tidak ada pembeli tiket yang berdiri di atas lantai sehingga tidak menimbulkan banyak korban,'' ucapnya.
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemilik Pelayaran Indonesia (INSA) Cabang Karimun Sudirman mengatakan, bangunan loket tersebut sudah tidak layak pakai.
''Beberapa bagian bangunannya banyak yang retak akibat pergeseran pondasi yang tergerus air laut,'' katanya.
Bangunan tersebut, lanjut dia, dibangun dibangun seorang pengusaha di bawah naungan koperasi kantor pelabuhan, namun dalam rapat beberapa waktu lalu disepakati pengelolaannya diambil alih PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun.
''Sebenarnya bangunan tersebut sudah dipasang garis polisi karena lantainya terancam ambruk. Karena tidak ada tempat lain, pihak agen kapal masih memanfaatkannya hingga akhirnya memakan korban,'' tuturnya.
Dia menyayangkan insiden tersebut karena rehab total belum juga dilakukan, baru setelah insiden itu PT Pelindo I memutuskan untuk membangun kios sementara di halaman depan loket menggantikan bangunan yang ambruk.
''Ada delapan kios yang akan dibangun untuk menampung delapan agen penjual tiket,'' katanya.
Sedangkan bangunan lama, lanjut dia, mulai Senin pekan depan akan dibongkar untuk direhab total. (ANT-028/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
