
Organda Minta Lahan Parkir Badan Jalan Ditutup

Karimun (ANTARA News) - Organisasi Angkutan Darat Cabang Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan lahan parkir yang menggunakan badan jalan di sejumlah ruas jalan utama Tanjung Balai Karimun ditutup untuk mengurangi kemacetan.
"Penutupan lahan parkir di badan jalan merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan yang menjadi pemandangan sehari-hari," kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Amirullah mengatakan, penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir kendaraan roda dua dan empat mengakibatkan ruas jalan bertambah sempit.
Akibatnya, angkutan umum seperti oplet, bus yang menaikkan atau menurunkan penumpang terpaksa berhenti di tengah jalan, kata dia.
"Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan karena kendaraan di belakang tidak bisa bergerak," ucapnya.
Dia menyarankan Dinas Perhubungan menyiapkan lahan khusus pengganti lahan parkir yang menggunakan badan jalan.
"Dishub sebaiknya tidak hanya mengejar pendapatan dari retribusi parkir. Penyiapan lahan khusus justru lebih mendatangkan PAD selain tidak mengganggu pengguna jalan," katanya.
Dia menuturkan, lahan parkir yang menggunakan badan jalan terjadi hampir di setiap jalan-jalan protokol, seperti Jalan Nusantara, Jalan Trikora, Jalan Pramuka, Jalan Setiabudi.
"Jalan bertambah sempit karena kendaraan roda dua dan empat parkir berderet. Umumnya, lebar jalan hanya sekitar empat hingga lima meter, sementara badan jalan yang dimanfaatkan untuk parkir bisa mencapai dua meter," tuturnya.
Selain itu, kata dia, bertambah banyaknya jumlah kendaraan roda dua dan empat makin menambah kemacetan terutama saat jam sibuk.
Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi Satuan Lalu Lintas Polres Karimun Ipda Rainhard Manalu mengatakan kemacetan terjadi akibat penumpukan kendaraan roda dua dan empat, dari 40.000 unit sepeda motor se-kabupaten, 30.000 di antaranya menumpuk di Tanjung Balai Karimun.
"Kemacetan makin parah karena umumnya badan jalan kecil dan sempit," kata dia.
Sementara itu, beberapa fraksi di DPRD Karimun mengharapkan pemerintah daerah mencari solusi mengatasi kemacetan. Fraksi Partai Golkar dalam rapat paripurna, Senin pekan ini meminta Dinas Perhubungan menyediakan lahan parkir khusus menggantikan lahan parkir yang menggunakan badan jalan.
"Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan," kata HM Taufik saat menyampaikan pandangan fraksi-fraksi.
Fraksi Partai Demokrat juga meminta dinas terkait mengatasi semrawutnya lahan parkir yang mengganggu pengguna jalan.(ANT-028/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
