Logo Header Antaranews Kepri

Pantai Tanjungpinggir Batam Padat Pengunjung

Minggu, 2 Januari 2011 21:32 WIB
Image Print
Pengunjung Pantai Tanjungpinggir. (kepri.antaranews.com/jo seng bie)

Batam (ANTARA News) - Pantai Tanjungpinggir di Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, yang berpanorama gedung pencakar langit Singapura, padat pengunjung pada Minggu dalam suasana liburan tahun baru Masehi.

Di pantai tersebut, ribuan orang yang tiba dengan bis, angkutan kota, sepeda motor dan mobil pribadi menikmati semilir angin, hamparan pasir, berjalan di karang, mandi-mandi atau sekadar mengamati binatang karang misalnya anak kepiting dan siput laut.

Sebagian orang bercengkerama di atas tikar sambil menyantap hidangan yang dibawa dari rumah.

Boy, warga Tiban Lama, Sekupang yang berkunjung bersama Darman, mengatakan, sudah delapan kali pergantian tahun Masehi, berlibur ke pantai tersebut.

"Dari tahun ke tahun, pantai ini makin ramai pengunjung," kata Boy, "dan penjual makanan pun semakin banyak."

Pantai itu seperti di Resor KTM yang berada di sebelahnya menyediakan pemandangan lepas ke gedung-gedung jangkung Teluk Marina, Singapura yang terlihat samar-samar di kejauhan.

Untuk memasuki Pantai Tanjungpinggir, pengunjung bersepeda motor dikutip Rp5.000 dan Rp10.000 bagi rombongan yang tiba dengan mobil.

Zuliman Sanjaya (28), pria asal Medan menyayangkan pengelola pantai Tanjungpinggir tidak sigap membersihkan sampah bekas kemasan makanan dan minuman yang mengotori rumput, pasir dan karang.

"Sampah-sampah ini mengganggu pemandangan," kata Zuliman yang bertandang bersama Robby dari Kecamatan Batuampar.

Kedua sekawan itu sama-sama bekerja di sebuah hotel bintang empat, dan telah beberapa kali ke pantai tersebut sebab tarif masuknya relatif murah dan tidak berubah meski pada hari-hari libur besar.

Pada hari-hari libur biasa, sampah tidak terlalu banyak, tetapi pada liburan besar seperti sekarang luar biasa dan mengganggu, kata Zuliman.

Selain kebersihan lingkungan pantai, seharusnya pengelola juga menyediakan bangunan tempat peturasan yang memadai, bukan lagi seperti dalam keadaan darurat, ujarnya.

Keramaian pengunjung membuat pedagang berbahagia.

Seorang pedagang mie baso dari Kecamatan Batuaji mengatakan sampai sore telah menjual sekitar 200 mangkuk @ Rp10 ribu. Penghasilan itu belum termasuk dari minuman teh atau air dalam kemasan.

"Omzet hari ini lumayan," kata pria yang bersama istrinya berjualan dengan gerobak, meja, kursi di satu bangunan bekas pondok Resor Pantai Tanjungpinggir.

Selain di Pantai Tanjungpinggir, ribuan orang pengunjung hilir-mudik ke Pantai Tanjungdatuk, Pantai Patam, serta Resor Hotel dan Restoran KTM yang berada di daerah yang sama.

Di Resor KTM, ratusan orang, banyak antara lain turis dari Singapura, bersembahyang di altar Dewi Kwan Im. (A013/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026