Logo Header Antaranews Kepri

Mayat Tanpa Identitas Kembali Terdampar di Bintan

Selasa, 11 Januari 2011 19:01 WIB
Image Print
Ilustrasi: Ombak besar. (Wikimedia Commons)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas kembali ditemukan terdampar di pinggir Pantai Indah Teluk Lagoi kawasan wisata Lagoi perairan Bintan, Kepulauan Riau, Selasa siang.

"Warga kembali menemukan mayat laki-laki tanpa identitas terdampar di pantai setelah pekan lalu menemukan mayat tanpa identitas di Pantai Kampung Baru, Lagoi, Bintan," kata Kapolres Bintan AKBP YS Widodo yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa.

Widodo mengatakan, mayat tersebut ditemukan dalam keadaan telentang oleh M Saat, seorang mandor pembersih pantai di Pantai Indah Lagoi Bay sekitar pukul 11.00 WIB.

Kondisi mayat sudah membusuk dengan sebagian tubuh sudah tinggal kerangka.

"Hanya sebagian badan yang tersisa dengan celana dalam warna hitam yang masih melekat," kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, pihak penyidik kepolisian telah menghubungi pihak PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) sebagai pengelola kawasan wisata dan pengecekan kepada seluruh resort serta hotel di Lagoi untuk mengetahui ada tidaknya wisatawan yang hilang.

"Kami tidak mendapat laporan ada wisatawan mancanegara atau warga yang hilang," ujarnya.

Mayat tersebut menurut dia sudah divisum dan langsung dikebumikan warga di pemakaman umum Sungai Kecil, Bintan Utara.

Penemuan mayat tanpa identitas di perairan Bintan sudah sering terjadi beberapa tahun terakhir, diperkirakan mayat-mayat tersebut dibawa arus laut yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

"Setiap kali setelah penemuan mayat tanpa identitas di perairan Bintan, tidak pernah ada warga mengaku sebagai keluarga korban. Laporan orang hilang juga tidak pernah kami terima dari warga," ujar Kapolres.

Selain penemuan mayat tanpa identitas pada awal Januari 2011, mayat warga Singapura atas nama Ng Kian Teck (50) juga ditemukan nelayan terdampar di Pantai Panjang, kawasan wisata Lagoi pada 30 Desember 2010.

Ng Kian Teck merupakan salah satu korban kapal pancing ikan yang tenggelam di perairan Johor, Malaysia dan terbawa arus sampai terdampar di perairan Bintan.

Menurut seorang pebisnis wisata di Batam, kepada ANTARA mengatakan, pada akhir Desember 2010, sebuah kapal sarat pemancing di perairan Sibu Besar, Tanjungleman, Johor, pecah di laut.

Kapal itu berkapasitas 9 orang tetapi dijejali 22 orang dan pecah ketika gelombang besar Laut China Selatan menghantam.

Beberapa korban tewas adalah orang Singapura dan kemungkinan Ng Kian Teck termasuk di antara mereka.(ANT-HM/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026