Logo Header Antaranews Kepri

PKBM Harapkan Ujian Nasional Bebas dari Perjokian

Rabu, 19 Januari 2011 19:53 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Neews) - Pelaksanaan Ujian Nasional 2011 di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau harus bebas dari praktik guru menjadi joki, kata Wakil Ketua Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Raja Zuriantiaz.

''Informasi yang kami himpun, tingginya persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) pada 2010 akibat campur tangan guru yang menjadi joki siswa. Praktik tersebut seharusnya tidak terjadi lagi karena merugikan siswa,'' katanya di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Raja Zuriantiaz mengatakan, praktik perjokian sudah menjadi rahasia umum di dunia pendidikan Karimun yaitu siswa pintar atau guru menjadi joki dengan cara membagi-bagikan jawaban UN.

''Motifnya bermacam-macam. Ada guru yang berpura-pura tidak melihat siswa membagi-bagikan kertas berisi jawaban. Di satu sisi, praktik ini mengharumkan nama sekolah dan daerah, di sisi lain merugikan siswa hal itu terbukti dengan rendahnya persentase siswa yang diterima perguruan tinggi favorit,'' katanya.

Indikasi praktik perjokian tersebut, lanjut dia, terlihat dari hasil yang mencolok antara uji coba dengan ujian nasional yang sesungguhnya.

''Pada 2010, kelulusan siswa saat uji coba sangat rendah, namun saat ujian sesungguhnya justru tinggi, bahkan persentasenya tertinggi kedua di Kepri,'' ucapnya.

Dia meminta Dinas Pendidikan memperketat pengawasan terhadap kalangan guru atau sekolah yang melakukan praktik tersebut.

''Persentase yang tinggi akibat praktik perjokian tidak menghasilkan kualitas pendidikan yang sebenarnya,'' katanya.

Menurut dia, Disdik seyogianya mengintensifkan pendalaman mata pelajaran yang akan diujikan kepada siswa, apapun hasilnya dalam ujian harus diterima dengan lapang dada.

''Hasil ujian nasional harus dievaluasi dan dikaji apa yang kurang untuk dibenahi,'' katanya.
(ANT-RD/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026