Logo Header Antaranews Kepri

Mantan tentara Israel kembalikan kunci gerbang Masjid Al Aqsa yang dicuri 56 tahun lalu

Jumat, 19 Mei 2023 15:19 WIB
Image Print
Mesdji Al-Aqsa (kubah hitam, kiri atas) di dalam komplek Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki Israel, dalam foto 10 Oktober 2016.  Israel berusaha memprovokasi ketegangan dengan menyerbu Al Aqsa pada 5 April 2023. Provokasi ini tak begitu berhasil menciptakan sasaran-sasaran yang di antaranya mengganggu sikap Arab Saudi dalam konteks normalisasi hubungan dengan Iran. (Dennis Jarvis via Flickr)

Yerusalem (ANTARA) - Seorang mantan tentara Israel mengembalikan kunci gerbang Masjid Al Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem Timur setelah mencurinya pada 56 tahun lalu.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem pada Kamis waktu setempat menyiarkan video yang menunjukkan direktur jenderal departemen itu, Sheikh Azzam Al-Khatib, menerima kunci dari pria yang disebutkan bernama Yair Barack.

Dalam video, Barack mengaku pernah menjadi bagian batalyon Israel yang bertempur di front Yerusalem Timur. Dia mengatakan banyak rekan seperjuangannya tewas dalam pertempuran di tahun 1967 itu.

"Saat itu saya sampai di Gerbang Al-Mugharabi (koridor barat Masjid Al-Aqsa)...dan begitu melihat ke kiri, saya menemukan sebuah kunci. Saya tak tahu mengapa saya mengambil kunci itu," kata Barack.

"Saya letakkan kunci itu di dalam saku, dan sejak itu, saya menyimpannya," kata dia menambahkan.

Barack mengatakan setelah 40 atau 50 tahun, dia menjadi tidak nyaman karena tetap menyimpan kunci, "sudah pasti karena saya mencurinya dan kini saya memutuskan untuk mengembalikannya."

"Sekarang saya di sini. Saya kembalikan kunci yang saya curi. Saya kembalikan kepada pemiliknya...dan ini yang seharusnya Israel lakukan, yakni mengembalikan tanah, hak, kehormatan, kemerdekaan, kebebasan dan keamanan Palestina kepada rakyat Palestina," kata dia.


Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Eks tentara Israel kembalikan kunci Al Aqsa yang dicuri 56 tahun lalu



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026