
111 rumah di Wonogiri rusak dampak Gempa Yogyakarta
Sabtu, 1 Juli 2023 12:57 WIB

Menurut Kepala Pelaksana ( Kalak ) BPBD Wonogiri Trias Budiono di Wonogiri, Sabtu, akibat bencana gempa bumi tersebut dari data sementara laporan tercatat sekitar 111 rumah dan tiga gedung sekolah serta satu masjid di Wonogiri mengalami kerusakan.
"Kami jika melihat data sementara laporan kerusakan apakah Wonogiri mengalami situasi terparah dibandingkan wilayah Jateng lainnya, usai gempa kami belum bisa memastikan," kata dia.
Namun, jika melihat hasil pantauan BPBD Provinsi Jawa Tengah terkait 11 wilayah kabupaten yang terdampak gempa Bantul, jumlah kerusakan terbanyak ada di Wonogiri.
Ia menyampaikan di wilayah Wonogiri bagian selatan mengalami dampak kerusakan paling banyak. Ada 111 rumah, tiga sekolah dan 14 fasilitas umum rusak. Kerusakan rata rata genteng dan plafon rumah jatuh, tetapi pendataan masih terus dilakukan.
Pihaknya sudah menurunkan ratusan sukarelawan kemanusiaan BPBD Wonogiri menyebar ke lapangan, untuk mendata dan melaporkan. Mereka bersama masyarakat terdampak untuk bergotong-royong membenahi dan memperbaiki rumah warga yang rusak.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, PMI, Polri dan TNI setempat untuk bersama-sama melakukan penanganan kedaruratan yang diperlukan termasuk bantuan logistik dan obat obatan yang disiapkan.
Data yang diunggah BPBD Jawa Tengah, kata dia, jumlah kerusakan bangunan di wilayah Wonogiri selatan belum sebanyak yang dijelaskan pihak BPBD Wonogiri.
Dari data BPBD Jateng disebutkan di Wonogiri ada 66 rumah rusak ringan, tiga gedung sekolah yakni SMPN 1 Paranggupito, SMK Pariwisata Pracimantoro dan SMK 1 Giriwoyo rusak berat, satu rumah ibadah rusak berat dan delapan fasilitas umum juga ikut rusak.
Sementara itu, dari pantauan di lokasi Pracimantoro Wonogiri, terlihat gempa bumi Bantul berdampak gedung SMK Pariwisata Pracimantoro rusak cukup parah. Sejumlah plafon ruangan rusak jatuh menimpa puluhan komputer dan ratusan genteng berjatuhan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 44 kali gempa susulan terjadi usai gempa bermagnitudo (M) 6,4 di Samudera Hindia Selatan Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Hingga 1 Juli 2023 pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 44 gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M 4,2," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan gempa terjadi pada Jumat (30/6) pukul 19.57.43 WIB terletak pada koordinat 8,63° LS dan 110,08° BT atau tepatnya di laut pada jarak 81 kilometer arah Selatan Kota Wates, DIY, pada kedalaman 67 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata dia, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Klaten, Ponorogo, Kebumen, Nganjuk, Cilacap dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).
Selain itu juga di daerah Karangkangkates, Kediri, Kulon Progo, Wonogiri, Kota Yogyakarta, Sleman, Purworejo dengan skala intensitas III – IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).
Di daerah Madiun, Purbalingga, Purwokerto, Banjarnegara, Mojokerto, Demak, Pacitan, Gresik, Jepara, Blitar, Solo, Garut, Pangandaran, dengan skala intensitas III MMI. Sementara di daerah Bandung, Lumajang, Ngawi, Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Blora, Indramayu dengan skala intensitas II – III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah).
Sedangkan di daerah Sumedang, Malang, Salatiga, Denpasar, Sidoarjo, Surabaya dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) .
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD: 111 rumah di Wonogiri-Jateng rusak dampak gempa Bantul
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
