Logo Header Antaranews Kepri

Dengar Pendapat Raskin Ricuh

Senin, 14 Maret 2011 16:12 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Rapat dengar pendapat membahas penyaluran beras miskin yang digelar DPRD Kota Batam bersama lembaga swadaya masyarakat, berlangsung ricuh, Senin.

Belasan orang warga Sagulung beradu mulut dengan belasan aktivis aliansi LSM hingga nyaris adu jotos. Beruntung, ada warga lain yang menengahi, hingga tidak sempat adu pukul.

Ketua RW 02 Kelurahan Sagulung, DN Chandra mengatakan kecewa dengan proses dengar pendapat karena dianggap tidak menyentuh permasalahan.

"Pembicaraan sudah melebar ke mana-mana," sela Chandra ditengah sidang.

Teriakan Chandra membuat sidang panas. Aktivis LSM, Paul, nampak tidak senang pembicaraannya disela, lalu mencoba mengejar Chandra. Namun dihalangi aktivis lain.

Adu mulut antara LSM dengan warga tidak terhindari. Seorang warga nampak mengangkat kursi meski tidak melemparnya. Sedang aktivis LSM beberapa kali menggebrak meja.

Chandra mengatakan sebenarnya ia tidak diundang dalam rapat dengar pendapat itu. Namun, karena masalah yang dibahas menyangkut warga, maka ia dan beberapa warga lainnya datang ke DPRD.

Chandra selama ini dikenal sebagai ketua RW yang pertama kali memperjuangkan hak warga dengan berunjuk rasa ke kantor camat Sagulung, beberapa kali.

Menurut Chandra, ia dan warga lain sudah memasukkan surat pengajuan rapat dengar pendapat DPRD, namun tidak ditanggapi. "Malah LSM yang ditanggapi," kata dia.

Ia mempertanyakan perjuangan LSM yang terkesan tiba-tiba, dengan meminta data yang dimiliki warga. Apalagi sidang berjalan dengan mengabaikan hal yang dianggap esensi.

Sementara itu, perwakilan aliansi LSM Budi M mengatakan memiliki niat baik hingga mengajukan rapat dengar pendapat.

"Kami ingin agar persoalan raskin selesai. Kami ingin mendapat penjelasan dari Bulog," kata dia.

Terkait tudingan dengan rapat yang tidak menyentuh persoalan, ia mengatakan aliansi LSM ingin menyikapi Raskin secara menyeluruh, tidak hanya sugaan penyelewengan di Sagulung.

"Kami mau mencari persoalan untuk semua daerah. Maksudnya agar keluar rekomendasi dari dewan sehingga proses penyelesaiannya lebih cepat," kata dia.

Di tempat yang sama, perwakilan Bulog, Marjoni, mengatakan 10 kelurahan di Batam tidak mengambil Raskin yaitu Batu Selincin, Tanjung Uma, Teluk Tering, Lubuk Baja Kota, Pulau Terung, Pulau Karas, Tanjung Buntung, Kampung Belian, Bengkong dan Sukajadi.

"Kami sudah menyampaikan laporan distribusi beras ke bagian Perekonomian Pemkot. Termasuk kelurahan yang tidak mengambil Raskin," kata dia.

Sementara itu, karena berlangsung ricuh, anggota Ketua Komisi I, Basri Harun dan Sekretaris Komisi I DPRD Batam Ruslan Ali Wasyim menutup sidang secara tiba-tiba demi menenangkan dua pihak berselisih.

"Saudara-saudara sekalian. Sementara waktu rapat dengar pendapat kita stop sampai di sini. Nanti akan dijadwalkan kembali hearing," kata dia.

(Y011/E001/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026