Logo Header Antaranews Kepri

Dishut Bintan: Pembalakan Liar Mulai Berkurang

Minggu, 22 Mei 2011 11:57 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Dinas Kehutanan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan, pembalakan liar di daerah tersebut sulit diberantas tuntas, namun sejak tahun ini relatif mulai berkurang.

"Aksi pembalakan liar itu masih ada, dilakukan secara terselubung dan terkoordinasi. Namun aksi tersebut mulai berkurang, karena beberapa pelaku sudah ditangkap polisi," ujar Kepala Dinas Kehutanan Bintan, Kartini, di Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Minggu.

Baru-baru ini, kata dia, Dinas Kehutanan Bintan dan pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pembalakan liar. Seorang pelaku bersama barang bukti berupa kayu olahan berhasil diamankan pihak kepolisian.

"Polisi masih mengejar seorang pelaku yang kabur saat penyergapan," katanya.

Kartini mengatakan, hukuman yang dikenakan kepada pelaku pembalakan liar dapat memberi efek jera, sekaligus mengurangi aksi penebangan hutan yang dapat terjadi setiap saat.

Meski aksi pembalakan liar berkurang, Polisi Hutan Bintan tetap memperkuat jaringan infomasi dan mengawasi hutan setiap saat. Bahkan truk-truk yang membawa kayu, yang diduga berasal dari hutan, sering dikejar dan ditangkap jika tidak memiliki surat asal usul kayu.

Polisi Hutan Bintan dan Satresrim Polres Bintan saling berkoordinasi dalam menangani aksi pembalakan liar. Setiap saat, petugas dari kedua institusi itu melakukan razia di dalam hutan.

"Dinas Kehutanan Bintan dan pihak kepolisian telah memiliki komitmen yang sama untuk memberantas aksi pembalakan liar. Karena itu kami

Ia mengemukakan, aksi penebangan pohon secara liar menyebabkan hutan lindung Gunung Lengkuas, Sei Jago, Sei Pulai, Bintan Kecil, Bintan Besar dan Gunung Bintan rusak. Padahal setiap tahun pemerintah berupaya memperbaiki kondisi hutan tersebut melalui program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, penghijauan dan kebun bibit rakyat.

"Anggaran untuk memperbaiki kondisi hutan berasal dari Bintan dan pusat," ungkapnya.

(ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026