
Tim Gabungan Giatkan Razia Dam Duriangkang Batam
Kamis, 28 Mei 2015 03:43 WIB

Kami akan terus lakukan razia hingga tidak ada lagi kegiatan ilegal pada sekitar Dam Duriangkang yang bisa mencemari air baku. Kegiatan ini juga demi masyarakat Batam
Batam (Antara Kepri) - Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Batam, Kepulauan Riau, dibantu oleh Kepolisian dan TNI terus melakukan razia bangunan dan kawasan pemanfaatan lahan tidak berizin sekitar Dam Duriangkang.
"Penertiban ini agar kondisi air di Dam Duriangkang yang dialirkan ke rumah-rumah masyarakat tetap terjaga. Terhindar dari berbagai pencemaran yang mengurangi kualitas air," kata Kasi Pengamanan Lingkungan Direktorat Pengamanan BP Batam, Sarjono di Batam, Rabu.
Ia mengatakan, dalam kegiatan penertiban Rabu siang dirazia sejumlah kerama di Dam Duriangkang, sejumlah pondok-pondok tidak berizin, dan puluhan hektare lahan sekitar Dam Duriangkang yang dimanfaatkan untuk perkebunan.
Penertiban tersebut, merupakan yang ketiga dilaksanakan setelah kegiatan serupa sudah dilaksanakan sejak April pada sekeliling Dam Duriangkang yang menjadi sumber air bersih terbesar di Batam.
"Kami akan terus lakukan razia hingga tidak ada lagi kegiatan ilegal pada sekitar Dam Duriangkang yang bisa mencemari air baku. Kegiatan ini juga demi masyarakat Batam," kata dia.
Sarjono juga mengimbau pada masyarakat yang memiliki tambak, kebun, atau bangunan di sekitar Dam Duriangkang agar segera melakukan penertiban sendiri. Sementara pada masyarakat lain juga diingatkan tidak mencoba untuk beraktivitas di Dam Duriangkang.
"Kami minta masyarakat agar memahami bahwa kegiatan penertiban tersebut untuk kepentingan masyarakat luas. Jadi tidak usah menunggu petugas melakukan penertiban," kata Sarjono.
Selain melakukan penertiban bangunan, kebun, dan tambak ilegal, BP Batam juga terus melakukan razia terhadap pembalakan liar yang masih marak terjadi pada wilayah hutan resapan air.
Ditpam juga sudah mengamankan ribuan batang kayu hasil pembalakan, kendaraan pengangkut dan alat pemotong dari razia di hutan Duriangkang, Mukakuning, Tembesi.
BP Batam menyatakan, pembalakan liar yang terjadi sejak 2014 sudah merusak ratusan hektare hutan yang berfungsi sebagai resapan air sehingga kondisi enam dam yang ada di Batam terjaga. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
