Logo Header Antaranews Kepri

Adpel Karimun Ingatkan Nakhoda Waspadai Cuaca Buruk

Senin, 6 Juni 2011 10:13 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan nakhoda kapal mewaspadai cuaca buruk saat berlayar untuk mencegah kecelakaan laut.

"Cuaca buruk akhir-akhir ini masih dianggap wajar. Namun pelaku pelayaran tetap kami ingatkan agar tetap berhati-hati dan waspada," kata Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai Karimun, Gajah Rooseno di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Dikatakan, hingga saat ini aktivitas pelayaran di pelabuhan domestik dan internasional Tanjung Balai Karimun masih normal, seluruh kapal dari semua jurusan berangkat sesuai jadwal.

"Kami juga belum ada rencana untuk menunda kegiatan pelayaran. Seperti hari ini, kondisi cuaca di laut normal meski langit mendung sejak pagi," ujarnya.

Menurut dia, aktivitas pelayaran akan ditunda jika cuaca benar-benar buruk berdasarkan saran dan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kita terus berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca di laut. Kami juga memiliki radio untuk memonitor kegiatan pelayaran kapal-kapal penumpang," katanya.

Dia juga mengimbau nakhoda kapal memperhatikan peralatan keselamatan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut.

"Jangan dipaksakan berlayar jika cuaca tidak memungkinkan," lanjutnya.

Gajah Rooseno juga mengingatkan kepada nelayan untuk turut waspada, terutama nelayan tradisional yang tidak dilengkapi sarana navigasi yang memadai.

Kondisi cuaca di perairan Karimun dan sekitarnya sejak sepekan terakhir tidak menentu, hujan lebat disertai angin kencang dan petir terjadi hampir setiap hari dengan curah hujan sedang.

Perairan yang rawan kecelakaan laut di antaranya di Pulau Takong Hiu, Pulau Karimun Anak yang berhadapan dengan Selat Malaka.

Di perairan tersebut sering terjadi kecelakaan laut akibat ombak besar, termasuk musibah tenggelamnya MV Dumai Express 10 yang menelan puluhan korban jiwa dan hilang pada 2009 lalu.(ANT-RD/M019/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026