
Wagub Kepri Awali Program Bedah Rumah Karimun

Karimun (ANTARA News) - Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Soerya Respationo meletakkan batu pertama program bedah atau perbaikan rumah di Teluk Senang, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Rabu.
Wakil Gubernur, didampingi Bupati Karimun Nurdin Basirun, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Karimun melakukan penanda pelaksanaan program itu pada rumah seorang warga suku asli di Teluk Senang, Pasir Panjang.
Pada kesempatan yang sama, Soerya Respationo meresmikan posyandu yang dibangun dengan anggaran program pengentasan dari kemiskinan di Sepedas, Pasir Panjang.
Soerya secara simbolis juga menyerahkan bantuan kepada beberapa warga miskin, kelompok nelayan, bayi gizi kurang dan gizi buruk, kelompok usaha bersama, pebudidaya rumput laut dan bea siswa di gedung serbaguna Kantor Bupati Karimun.
"Bedah rumah dan berbagai macam bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan provinsi dan bersinergi pemerintah kabupaten," ucap Soerya usai penyerahan bantuan.
Menurut dia, pengentasan kemiskinan merupakan skala prioritas Pemerintah Provinsi Kepri dengan anggaran dari provinsi dan kabupaten.
"Untuk Karimun, provinsi mengalokasikan sebesar Rp21,8 miliar untuk pengentasan kemiskinan, ditambah separuh dari jumlah tersebut melalui APBD kabupaten sehingga total seluruhnya sekitar Rp32 miliar. Sedangkan total anggaran keseluruhan untuk seluruh kabupaten dan kota lebih dari Rp200 miliar," ucapnya.
Dia menuturkan, kemiskinan merupakan masalah sosial yang muncul akibat berbagai faktor, mulai dari pola pikir, kesulitan mencari pekerjaan dan berusaha, pendidikan dan kesehatan yang layak.
Untuk itu, pemerintah daerah, menurut dia, berupaya memasuki lini-lini yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan.
"Salah satunya dengan memberikan modal usaha serta pembangunan rumah yang lebih layak, penyediaan sarana infrastruktur kesehatan dan pendidikan," ucapnya.
Sebelum penyerahan bantuan, dia mengatakan telah rapat bersama seluruh wakil bupati dan wakil wali kota se-Kepri selaku Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan di daerah masing-masing.
Dalam rapat itu dia meminta laporan terkait realisasi program selama satu semester.
Setiap kabupaten dan kota juga menyampaikan laporan keuangan sehingga diketahui tingkat keberhasilan di lapangan.
"Alhamdulillah, perkembangan program ini cukup bagus dan kita berharap semua bekerja keras dan saling bersinergi dalam mengentaskan kemiskinan,'' tuturnya.
Sekretaris Tim Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Karimun TS Arif Fadillah mengatakan, bantuan yang disalurkan melalui program pengentasan kemiskinan, terdiri atas bantuan bea siswa bagi anak tidak mampu sebanyak 1.500 orang dari 27 sekolah.
Kemudian, pengadaan susu untuk 478 balita gizi kurang dan 97 untuk gizi buruk, pembinaan dan bantuan bagi 107 kelompok usaha bersama dan bantuan modal usaha simpan pinjam untuk perempuan sebanyak 116 kelompok.
Lalu, bantuan untuk nelayan sebanyak 870 kepala keluarga, terdiri atas pengadaan jaring udang untuk 300 kk, jaring tenggiri untuk 120 kk dan pengembangan usaha budidaya rumput laut untuk 450 kk.
Selanjutnya, rehab posyandu/puskesmas pembantu sebanyak sebanyak 16 unit, bantuan tenaga dokter sebanyak 4 orang yang ditugaskan masing-masing dua orang di Kecamatan Kundur dan dua di Moro.
Serta rehab 600 rumah tidak layak huni di Meral, Tanjung Balai Karimun, Kundur, Moro dan Durai.
"Anggaran untuk berbagai bantuan tersebut dialokasikan melalui masing-masing SKPD, total anggaran Rp32 miliar yang merupakan sharing APBD kabupaten dan provinsi dengan perbandingan 1:2," kata Arif Fadillah.
(ANT-RD/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
