
Pasokan Sembako di Batam Cukup Jelang Ramadhan

Batam (ANTARA News) - Pasokan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) cukup menjelang Ramadhan 2011 di kota Batam.
"Pasokan menjelang Ramadhan cukup," kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi, usai Rapat Paripurna di Batam, Selasa.
Ia mengatakan, pasokan sembako cukup, namun harganya melambung.
Meski harga melambung, namun Wakil Wali Kota tidak sepakat dengan rencana impor.
"Pasokan cukup, tinggal mengendalikan harga saja," kata dia.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kota Batam, Ahmad Hijazi, mengatakan, rencana mengimpor telur, daging dan beras untuk menekan harga menjelang Ramadhan hingga Lebaran.
Ia menyatakan, harga kebutuhan di Batam terus meningkat sejak sebulan terakhir. Bila Batam mendapatkan kekhususan impor kebutuhan pangan, maka diharapkan dapat menekan harga yang semakin melambung.
Menurut dia, meningkatnya harga disebabkan distribusi nasional yang terganggu, sehingga pasokan juga terhambat.
Seperti telur, kata dia, didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Dan pasokan terganggu hingga harga meningkat dari Rp800 per butir menjadi Rp1.200 per butir.
"Bila kami terus mengharap pasokan hanya dari Medan, akan sulit, karena harga akan terus meningkat," kata Hijazi.
Pengajuan impor, kata dia, merupakan keputusan bersama Dinas Perindag ESDM bersama Dinas Kelautan, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
Surat pengajuan impor sudah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang akan melanjutkannya ke pemerintah pusat.
Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani, mendukung permintaan impor, mengingat kekhususan kota Batam yang berdekatan dengan negara tetangga dan kota konsumtif.
"Batam itu kota konsumtif, barang-barangnya didatangkan dari luar semua, bila terpaksa harus impor, kenapa tidak," kata Gubernur.
Gubernur mengatakan, Batam tidak memiliki hasil pertanian sehingga harus didatangkan dari kota lain di Indonesia.
Letaknya yang strategis juga menyebabkan harga barang akan lebih murah bila didatangkan dari negara tetangga dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, mengingat ongkos distribusi yang mahal. (ANT-YJN/M012/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
