Logo Header Antaranews Kepri

Solar di Batam Mulai Normal

Rabu, 3 Agustus 2011 22:20 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Solar di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Rabu mulai kembali normal, meski masih terjadi kelangkaan tetapi tidak separah pada Senin dan Selasa yang mengakibatkan antrean cukup panjang.

"Pagi tadi SPBU ini mendapatkan pasokan Pertamina. Sejak pagi juga tidak ada antrean panjang, paling-paling hanya tiga sampai empat mobil saja," kata petugas SPBU Taman Kurnia Djaya Alam Batam Centre, Iman Mujib.

Di SPBU PT Persero Batam Batu Ampar yang selama dua hari tidak mendapat pasokan solar, Rabu pagi juga telah mendapatkan pasokan dari Pertamina.

"Setelah dua hari tidak mendapat setoran, tadi pagi kami mendapat kiriman 16 ribu kiloliter solar dari Pertamina," kata petugas SPBU PT Persero Batam, Rahadi.

Beberapa SPBU, seperti SPBU Bengkong, Kampung Pelita, SPBU Gelael Batam Centre hingga Rabu siang belum mendapatkan pasokan solar.

"Sudah tiga hari tidak ada solar," kata petugas SPBU Kampung pelita, Hermansyah.

Sebelumnya, sales Area Manager Pertamina Kepulauan Riau, Tengku Ezan, di Batam, Selasa mengaku binggung dengan kelangkaan solar yang terjadi di Batam, mengingat Pertamina menyalurkan BBM bersubsidi melebihi kuota.

"Rata-rata pertamina menyalurkan solar 250 kiloliter hingga 300 kiloliter per hari, padahal kebutuhan hanya sekitar 250 kiloliter per hari," kata dia

Pertamina menganalisis jumlah kebutuhan solar kendaraan di Batam setiap hari 250 kiloliter, berdasarkan banyaknya kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar.

Pertamina mencurigai penyelewengan penyaluran solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum menyusul kelangkaan solar.

"Kalau penggunaan sesuai dengan jumlah kendaraan yang beredar, solar tidak akan habis hingga pendistribusian selanjutnya," kata Ezan.

Ezan meminta aparat kepolisian untuk mengusut dugaan penyelewengan penyaluran solar.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi mencurigai adanya penyelewengan penyaluran solar.

"Pengawasan di lapangan sulit," kata dia.

(ANT-L/E001/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026