
Pemekaran Kecamatan Batam Ditunda

Batam (ANTARA News) - Rencana pemekaran kecamatan Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau ditunda hingga 2012 karena pemerintah kota tidak memiliki dana.
"Pemekarannya kami 'extend' di 2012. Karena anggaran juga sedang defisit," kata Asisten Pemerintahan Sekretariat Pemerintah Kota Batam Raja Supri di Batam, Senin.
Rencananya, pemekaran 12 menjadi 21 kecamatan dilaksanakan dalam tahun anggaran 2011. Namun, hingga kini belum ada kejelasan.
Menurut Asisten Pemkot, pemekaran kecamatan memerlukan penambahan personel, pembiayaan, dan prasarana. Sedangkan kini, pemerintah mengalami defisit keuangan sehingga menjadi kendala pemekaran.
Selain terkendala biaya, pemekaran juga sulit dilakukan karena keterbatasan personel karena Wali Kota menyatakan tidak akan menambah pegawai negeri sipil baru.
Pemerintah Kota Batam berencana memekarkan sembilan kecamatan baru dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
Anggota Tim Pemekaran Kecamatan Batam Buralimar mengatakan pemekaran kecamatan itu untuk menyesuaikan dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat di beberapa kecamatan.
Pemekaran kecamatan, kata dia, diperlukan untuk memberikan pelayanan kepada penduduk Batam.
Volume kerja aparat pemerintahan juga bertambah dengan peningkatan penduduk, sehingga perlu penambahan perangkat kecamatan baru.
"Peningkatan jumlah penduduk harus diselaraskan dengan peningkatan pelayanan, salah satunya dengan kecamatan baru," kata dia.
Di antara kecamatan yang dimekarkan adalah Galang, Belakang Padang, Sagulung, Batu Aji dan Batam Kota.
Perencanaan pemekaran itu, kata dia, dimulai dengan pembentukan tim khusus yang akan mengkaji secara komprehensif mengenai dampak penambahan kecamatan.
"Ini konsekuensinya banyak," kata dia.
Penambahan kecamatan, kata dia, akan berpengaruh pada alokasi APBD dan penerimaan pegawai baru.
(ANT-YJN/B012/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
