Logo Header Antaranews Kepri

Program Bedah Rumah Terkendala Distribusi Bahan Bangunan

Senin, 26 September 2011 18:16 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Program bedah rumah yang dijalankan bersama Pemerintah Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau di Batam terkendala distribusi bahan bangunan.

Warga Mak Anjang Kampung Agas Tanjunguma, Ritawati, Senin mengatakan, pembangunan rumahnya yang berdiri di atas air laut terpaksa tertunda karena pasokan bahan bangunan belum tiba.

"Pembangunan rumah sudah seminggu ini berhenti karena menunggu bahan yang kurang," kata Rita.

Ia mengatakan sebelum terhenti, pembangunan rumahnya sudah berlangsung sekitar sebulan. Suaminya yang bekerja memulung sampah, yang melakukan pekerjaan membangun rumah.

Rita dijanjikan menerima bantuan berupa atap asbes, dinding triplek anti air, bruti, kusen, jendela dan kayu papan. Namun, baru sebagian yang diterimanya.

Ia mengatakan harapan agar pasokan bahan bangunan bisa segera dikirim agar pengerjaan rumahnya bisa dilanjutkan.

Mengenai program bedah rumah yang dijalankan pemprov dan pemkot, ia mengaku sangat senang. Rita mengaku sudah enam tahun tinggal di rumah kayu di atas air laut.

Warga Tanjung Uma lainnya, Ali Birma mengatakan senang dengan program yang dijalankan pemerintah.

Senada dengan Rita, Ali juga mengaku pembangunan rumahnya terhenti karena pasokan bahan bangunan yang tidak kunjung tiba.

"Karena pembangunan sekarang setengah-setengah. Padahal karena pembangunan itu, kami sekeluarga harus tidur di dapur," kata dia.

Di tempat terpisah, warga Bengkong Kolam, Rizaldi mengatakan bantuan bahan bangunan senilai Rp12.465.000 dari pemerintah tidak cukup untuk membangun rumah sesuai yang diminta pemerintah.

"Kami harus bangun sesuai gambar yang dikasih dengan ukuran 6x5 meter," kata dia.

Karena jumlah bahan bangunan kurang, ia mengatakan terpaksa menggunakan bantuan uang pekerja bangunan untuk menambah membeli bahan bangunan. Sedangkan pekerjaan membangun rumah dikerjakan sendiri dibantu beberapa temannya.

"Uang upah buruh Rp1,2 juta dipakai untuk menambah-nambah bahan. Kebetulan saya juga buruh bangunan, jadi bisa kerjakan sendiri," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Batam Sahir mengatakan tidak kekurangan bahan bangunan untuk program bedah rumah.

"Bahannya lengkap di toko, tapi memang pendistribusiannya sengaja dilakukan bertahap," kata Sahir.

Menurut Kepala Dinas, bila bahan bangunan langsung dikirimkan lengkap, maka khawatir akan rusak.

Pemerintah Kota Batam bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan bantuan perbaikan kepada 300 rumah di 11 kecamatan Kota Batam.

Pemerintah provinsi menyiapkan anggaran Rp3 miliar, ditambah sekitar Rp1,5 miliar dari Pemkot Batam.

Pemerintah memberikan bantuan bahan bangunan senilai Rp16.365.000 untuk rumah yang berdiri di atas laut dan Rp12.465.000 untuk rumah di daratan.

(ANT-YJN/N005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026