
DBD di RSUD Batam Menurun

Batam (ANTARA News) - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau hingga September 2011 menurun drastis ketimbang periode yang sama pada tahun silam.
"Pasien DBD periode Januari-September 2011 berjumlah 59 orang, sedangkan pada sembilan bulan tahun lalu jumlahnya mencapai 200 kasus," kata Direktur RSUD Embung Fatimah Kota Batam, Fadilla Malarangan di Batam, Selasa.
Menurut Fadilla, hingga September 2011 pasien yang menjalani perawatan di RSUD tidak ada yang meninggal.
"Hingga hari ini belum ada yang meninggal. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat," tambah dia.
Fadilla mengatakan, rata-rata penderita DBD yang dirawat di RSUD baru tahap gejala saja. Jadi mudah untuk menyembuhkannya.
"Begitu ada anggota keluarga yang menderita panas dan ada tanda-tanda awal DBD, rata-rata mereka langsung membawa ke RSUD. Jadi lebih mudah disembuhkan," ucap direktur.
Hingga saat ini, kata Fadilla ada dua dari 12 kecamatan di Batam yang kasus DBD-nya tergolong paling tinggi yaitu Sagulung dan Batuaji.
"Dari 59 penderita yang dirawat di RSUD. Sebanyak 30 diantaranya berasal dari dua kecamatan tersebut," tambah dia.
Meskipun angka DBD tercatat menurun, namun Fadilla memintah agar warga tetap waspada terhadap penyebaran nyamuk aedes aegipty (penyebab DBD).
"Jika warga lengah untuk menjaga kebersihan di lingkungannya, bisa jadi sewaktu-waktu angka itu bisa berubah naik dengan cepat dan terjadi kejadian luar biasa," harap dia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Chandra Rizal berharap, warga terus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan agar kasus DBG bisa terus ditekan.
"Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan kasus hingga akhir tahun nanti. Kami tidak ingin terjadi kejadian luar biasa seperti beberapa tahun lalu," katanya.
Dinkes, menurut Chandra, terus melakukan sosialisasi dan penyemprotan pada wilayah yang dianggap rawan kasus DBD.
Pada 2011, hanya bulan Maret saja yang terjadi banyak kasus DBD, kata Chandra.
Secara keseluruhan, selama Maret, Dinkes mencatat telah terjadi 65 kasus DBD di seluruh Batam.
"Wilayah yang menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak ialah Kecamatan Sekupang, Batuaji, dan Nongsa," katanya.
(ANT-L/A013/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
