29 orang korban banjir di Tanah Datar Sumbar belum ditemukan
Senin, 13 Mei 2024 11:57 WIB
Kondisi pascabanjir di Tanah Datar. Hingga Senin (13/5) sebanyak 29 orang korban banjir bandang di daerah itu masing dinyatakan hilang. (ANTARA/Etri Saputra)
Padang (ANTARA) -
Sebanyak 29 orang korban banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat masih belum ditemukan hingga Senin pukul 11.20 WIB.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanah Datar, Yusrizal di Batusangkar, Senin, mengatakan pemerintah daerah terus mengintensifkan proses pencarian korban hilang tersebut.
"Pencarian korban dilakukan di titik korban hilang dan menyusuri aliran sungai," katanya.
Ia menyebut data sementara di posko utama tanggap darurat BPBD Tanah Datar hingga pagi ini jumlah korban meninggal dunia sebanyak 19 orang dan 29 orang masih dinyatakan hilang.
Yusrizal merinci data yang dihimpun dari BPBD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, banjir bandang mengakibatkan 48 unit rumah rusak berat, 125 rumah rusak sedang, 16 rumah hanyut, 17 rumah rusak ringan, dan 19 jembatan rusak.
Selain itu, banjir bandang juga mengakibatkan korban luka-luka 20 orang, lahan pertanian terdampak 150 hektare, 39 ekor hewan ternak kambing dan sapi hanyut, 17 irigasi rusak, dan kerugian kendaraan roda dua 17 unit, roda empat 17 unit.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, dan tidak menyebarkan hoaks dan tetap waspada saat berada dekat lokasi banjir bandang.
"Kami mengimbau kepada masyarakat bijak menerima informasi terkait korban. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi banjir bandang, karena bisa mengganggu petugas di lapangan," kata dia.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan bencana banjir bandang menerjang beberapa nagari di daerah itu sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir bandang dipicu intensitas hujan yang tinggi di hulu sungai.
Menyikapi hal itu, Pemkab Tanah Datar menetapkan tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak Minggu, (12/5).
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga mendirikan tenda posko bantuan di sekitar titik banjir.
"Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan bijak menyaring informasi yang beredar di media sosial," katanya.
Sementara itu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan bantuan kemaslahatan tanggap bencana bagi korban banjir dan air bah yang menerjang Nagari III, 8Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
"Insya Allah bantuan awal ini merupakan respons cepat BPKH diharapkan meringankan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam. Update terakhir yang kami dapat, banjir telah berdampak pada 62 rumah warga," kata Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Bantuan awal berupa 200 kaleng daging olahan siap saji diserahkan di Rumah Tahfiz Al Quran Sarumpun Jaya Sakato, Tanah Datar, pada Sabtu (11/5), bekerja sama dengan mitra kemaslahatan rumah zakat.
Harry menegaskan bantuan bagi korban banjir Tanah Datar merupakan bagian dari program kemaslahatan BPKH.
"Program ini merupakan bentuk dukungan BPKH berupa aksi kemanusiaan tanggap bencana," ujarnya.
Harry juga memastikan bahwa pelaksanaan program kemaslahatan tidak menggunakan dana yang disetor calon jamaah haji.
"Bantuan ini diambil dari nilai manfaat dana abadi umat, jadi saya pastikan tidak ada uang jamaah yang terpakai," ucapnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sebanyak 29 korban banjir di Tanah Datar belum ditemukan
Pewarta : Miko Elfisha
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026