Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna prioritaskan bansos untuk kelompok rentan pada 2027

Selasa, 10 Februari 2026 16:45 WIB
Image Print
Bupati Natuna Cen Sui Lan saat membukan Musrenbang 2026 di Natuna, Kepri pada Selasa (10/2/2026). ANTARA/HO-Pemkab Natuna

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mulai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk 2027, tingkat kabupaten, dengan menempatkan program bantuan sosial bagi kelompok rentan sebagai salah satu prioritas utama.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan di Natuna, Selasa, mengatakan kelompok rentan yang menjadi sasaran meliputi lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas, janda, serta masyarakat miskin ekstrem.

Selain bantuan sosial, Pemkab Natuna juga memprioritaskan penguatan sektor pertanian, perikanan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Di sektor pertanian, fokus program meliputi bantuan bibit kelapa unggulan, cengkeh, kopi, tanaman pangan, dan hortikultura. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan ayam petelur, pupuk, obat-obatan, serta sarana dan prasarana pertanian.

Sementara itu, di bidang perikanan, bantuan diarahkan pada pengembangan rumput laut, penyediaan bibit ikan, serta sarana dan prasarana alat penangkapan ikan.

Baca juga: Pipa gas WNTS Pulau Pemping Batam resmi masuk tahap konstruksi

Untuk sektor UMKM, program yang disiapkan antara lain pinjaman dengan bunga nol persen, pelatihan usaha, serta bantuan peralatan produksi.

“Musrenbang bertujuan menghimpun masukan dan aspirasi seluruh pemangku kepentingan guna menyempurnakan arah kebijakan pembangunan daerah,” ujar Cen Sui Lan.

Ia menjelaskan arah pembangunan Natuna tahun 2027 yang dibahas dalam Musrenbang 2026 tidak terlepas dari dinamika kebijakan nasional. Pada 2027 masih berada dalam masa transisi kebijakan fiskal nasional yang menekankan efisiensi dan konsolidasi anggaran, termasuk pengendalian belanja serta penyesuaian dana transfer ke daerah.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya untuk lebih adaptif dan inovatif, serta mengoptimalkan potensi unggulan daerah.

“Kita perlu memanfaatkan program strategis nasional seperti kampung nelayan, sekolah rakyat, dan koperasi desa, termasuk pembangunan infrastruktur lainnya,” kata dia.

Baca juga:

Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan

Gubernur Kepri kecam pelaku pembuang minyak hitam perlu ditindak tegas



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026