
Pakar: Wajar Wali Kota Promosikan Putrinya

Tanjungpinang (ANTARA News) - Pakar politik Zamzami A Karim berpendapat wajar Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan menyosialisasikan Maya Suryanti, putri sulungnya menjelang pilkada 2012.
"Secara politik wajar jika Wali Kota Tanjungpinang mempromosikan atau menyosialisakan putrinya yang kemungkinan mencalonkan diri pada Pilkada Tanjungpinang tahun depan," kata Zamzami, di Tanjungpinang, Kamis.
Ia mengungkapkan, sosialisasi terhadap Maya di Surau An Nur baru-baru ini juga dinilai wajar, karena belum memasuki tahapan pilkada.
"Sosialisasi tersebut tidak dapat dikatakan sebagai kampanye, sebab tahapan pilkada belum dimulai," ujarnya.
Namun sosialisasi terhadap Maya tidak boleh dilakukan pada saat kegiatan pemerintahan. Sosialisasi hanya dibenarkan pada saat Maya dan Suryatati diundang untuk menghadiri acara yang digelar organisasi tertentu.
"Tidak etis jika sosialisasi dilaksanakan pada saat pertemuan dengan pejabat atau pun pegawai pemerintahan," katanya.
Suryatati juga tidak dibenarkan menggunakan anggaran daerah untuk kepentingan politik keluarganya. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat, yang bersumber dari anggaran daerah, tidak boleh disusupi dengan kepentingan politik.
Sementara terkait bantuan perlengkapan shalat dan gula-gula yang bergambarkan Maya, yang dibagikan kepada jamaah Surau An Nur, menurut dia, harus diselidiki sumber anggarannya. Jika bantuan tersebut bersumber dari anggaran daerah, maka hal itu melanggar hukum dan etika politik.
"Jika ditemukan bantuan yang bersumber dari anggaran daerah digunakan untuk mempengaruhi calon pemilih, maka itu adalah pelanggaran yang harus diusut tuntas," ungkapnya.
Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tanjungpinang, Ridarman Bay, mengatakan, Suryatati tidak dibenarkan meminta warga mendukung putrinya di rumah ibadah, meski pengurus Panwaslu Tanjungpinang belum terbentuk.
DPRD Tanjungpinang dan lembaga penyelenggara pilkada dapat menegur Wali Kota Tanjungpinang jika terbukti menggunakan jabatannya untuk kepentingan politik keluarganya.
"Fungsi rumah ibadah itu untuk ibadah, jangan disalahgunakan," katanya.
(ANT-NP/A013/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
