
Penumpang "Marina Express" Masih Menunggu Barang Bawaan

Batam (ANTARA News) - Ratusan orang penumpang kapal MV Marina Express I hingga Sabtu malam masih memadati Pelabuhan Sekupang, Batam, karena menunggu barang bawaan mereka yang tertinggal di kapal yang kandas di batu karang perairan pulau Kepala Jeri.
"Kami tadi menyelamatkan diri menuju kapal penyelamat, tidak ada barang yang dibawa. Baju di badan pun basah," ujar salah seorang penumpang kapal Marina Express I, Suana Niu kepada ANTARA saat ditemui di Pelabuhan Sekupang, Batam, Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Ia merupakan salah seorang penumpang dari ratusan orang penumpang kapal lainnya yang masih bertahan di pelabuhan menunggu tas pakaian yang dibawanya diantar ke Pelabuhan Sekupang.
Menurut dia, kejadian naas kapal bermuatan ratusan orang penumpang yang kandas di pulau karang itu terjadi sekitar pukul 17.45 WIB setelah berangkat dari Tanjung Batu, pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
"Kapal penuh sesak dengan penumpang karena tadi pagi berangkat dari Kuala Tungkal, sedangkan kami naik di Tanjungbatu," katanya.
Menurut dia, kapal-kapal penyelamat yang disebut "speedboat" (kapal cepat bermuatan sekitar 70 orang) ada sekitar tiga unit datang mengangkut penumpang. Speedboat tidak langsung merapat ke kapal, tetapi menunggu pada jarak sekitar 50 meter karena lokasi kapal Marina Express berada di atas pulau karang.
"Dapatlah dibayangkan bagaimana kondisi kami tadi, di tengah gelap harus turun dari kapal, mengarungi air yang tingginya hampir sepinggang ditambah pula dasar batu karang yang licin. Untuk naik ke speedboat juga susah. Benar-benar takut," ujar Rahmah, juga salah seorang penumpang yang ditemui di Pelabuhan Sekupang.
Ia bersama dengan seorang anaknya yang masih balita naik ke speedboat penyelamat dalam rombongan pertama, sedangkan suaminya masih tinggal di kapal. Namun semua penumpang dapat dievakuasi dan ia bersama suaminya menunggu barang bawaan mereka.
Ia tidak menyangka kapal yang dinaikinya dari Kuala Tungkal itu mengalami musibah yang membuatnya panik, karena di saat sedang berlayar tiba-tiba berhenti dan mesin kapal terdiam.
Tidak hanya dirinya yang panik, juga ratusan penumpang lainnya yang kebanyakan terdiri dari kaum perempuan dan anak-anak.
"Walaupun kami telah ditenangkan awak kapal agar tidak panik, namun rasa takut pasti ada. Mudahan saja barang bawaan kami tadi juga dapat diselamatkan," katanya.
(E010/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
