Logo Header Antaranews Kepri

Solar Kembali Langka di Batam

Rabu, 5 Oktober 2011 18:17 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kelangkaan solar kembali terjadi di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dan mengakibatkan antrean panjang pada beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum yang masih memiliki persediaan.

"Sudah sejak tiga hari terakhir solar langka. Hanya beberapa SPBU yang memiliki persediaan solar," kata salah seorang supir truk peti kemas, Kasim saat hendak mengisi solar di SPBU wilayah Batu Ampar, Rabu.

Akibat antrean tersebut, kata dia, jumlah trip untuk mengangkut peti kemas dari Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar menjadi terganggu.

"Kami membutuhkan waktu setidaknya satu jam untuk mengantre, terkadang malah tidak kebagian solar. Itu sangat mengganggu trip kami," kata dia.

Antrean panjang lebih dari 50 meter juga terlihat di SPBU Sukajadi Batam karena beberapa SPBU di wilayah Batuaji dan Batam Centre kehabisan persediaan.

"Beberapa SPBU di Batuaji kehabisan persediaan. Dari tiga SPBU yang saya datangi hanya ini yang masih memiliki persediaan solar," kata sopir truk, Rohadi.

Petugas SPBU Sukajadi, Indra mengatakan sebenarnya pasokan solar pada SPBU tersebut lancar.

"Pasokan masih seperti hari-hari biasa, cuman karena banyak SPBU yang kehabisan persediaan mereka akhirnya rela antre untuk isi solar disini," ucap dia.

Di Pelabuhan Batu Ampar, akibat antre mengisi solar cukup lama, aktivitas bongkar muat beberapa truk pengangkut petikemas terganggu.

"Kami tidak bisa bongkar-muat karena truk pengangkutnya belum tiba. Padahal kapal-kapal yang akan bersandar sudah antre," kata petugas bongkar-muat petikemas, Dahlan.

Kabid SPBU Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kepri, Asep Maulana Djaki mengatakan ia dan seluruh pengusaha SPBU akan melakukan pertemuan untuk membuatl pernyataan sikap kepada pemerintah dan Pertamina tentang kelangkaan solar yang terus terjadi di Batam.

"Ini sudah untuk kesekian kalinya kelangkaan BBM jenis solar terjadi di Batam tahun ini. Pengusaha besok (Kamis) akan melakukan pertemuan dan membuat pernyataan sikap terhadap kelangkaan ini," kata dia.

Menurut Asep, kelangkaan yang sering terjadi sejak akhir 2010 lalu tersebut menimbulkan kerugian bagi para pengusaha.

"Bukan hanya pengusaha SPBU yang mengalami kerugian, namun pengusaha lain yang menggunakan jasa transportasi pasti juga merasakan dampak dari kelangkaan solar ini," ucap Asep.

(L/A013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026