Logo Header Antaranews Kepri

Kelangkaan BBM Masih Berlanjut di Batam

Senin, 10 Oktober 2011 12:42 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kelangkaan bahan bakar minyak terus berlanjut di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Solar mulai langka sejak dua minggu yang lalu, dua hari terakhir, premium dan pertamax juga mulai susah didapat," tutur Rahman, seorang sopir truk petikemas yang tengah antre di SPBU Batu Ampar, Senin.

Hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum di Batuaji dan Sagulung tutup, akibat tidak ada pasokan bahan bakar minyak (BBM) lagi, sementara di SPBU Batam Centre, Jodoh-Nagoya, dan Batu Ampar terjadi kelangkaan solar dan premium.

Rahman mengaku antre di SPBU Batu Ampar sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB belum mendapatkan solar.

"Dua jam sudah saya antre belum juga mendapatkan solar. Padahal petikemas yang harus dikirim ke Kawasan Industri Tanjunguncang telah tiba di pelabuhan bongkar muat Batu Ampar," ujar Rahman.

Kelangkaan solar yang terjadi sejak sekitar dua pekan terakhir, kata dia, telah mengganggu aktivitas pengangkutan barang dari pelabuhan Batau Ampar ke perusahaan-perusahaan yang ada di Batam serta sebaliknya.

"Kalau solar terus langka, bisa mempengaruhi ekspor-impor. Karena pengiriman sering terlambat," tambah Rahman.

Di SPBU Pelita, antrean panjang mobil yang hendak mengisi premium dan solar membuat lalu-lintas di ruas jalan macet hingga sekitar 500 meter.

Beberapa petugas nampak sibuk mengatur lalu-lintas untuk mengurai kemacetan.

Pengelola SPBU Taman Kurnia Djaya Alam (KDA) Batam Centre, Imam mengatakan, pasokan solar, premium, dan pertamax lancar, namun permintaan terus meningkat.

Pada SPBU yang ia kelola, setiap hari mendapatkan pasokan premium sebanyak 24 ribu liter, solar 64 ribu dan pasokan sama.

Permintaan meningkat, bukan hanya solar, premium, pertamak pun langka per hari 24 ribu kilo liter bensin, solar perminggu empat tangki, setiap tangki berisi 16 ribu kilo liter tiap pekan yang dikirim empat kali.

"Kalau permintaan wajar, jumlah tersebut mencukupi dan tidak mungkin terjadi kelangkaan," kata Imam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Cahya mengatakan, akan menemui Pertamina untuk menanyakan kelangkaan solar yang terjadi.

(pso-292/I006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026