Logo Header Antaranews Kepri

Pelaku Penimbun BBM Ditangkap di Batam

Selasa, 11 Oktober 2011 17:19 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Polresta Batam Rempang Galang menangkap empat orang diduga melakukan penimbunan solar bersama mobil truk BP 8136 DD yang berisi sekitar 3,5 ton di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Simpang Jam, Kota Batam, Selasa.

Empat orang yang diamankan polisi ialah sopir truk, seorang petugas operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan dua orang diduga oknum aparat yang berada di tempat kejadian saat penangkapan.

"Kami tangkap saat melakukan pengisian. Modus yang digunakan ialah mengisi solar di beberapa SPBU hingga tangki tambahan yang terletak di atas bak dan ditutup terpal penuh. Hasilnya ditimbun dan dijual ke industri," kata Kasat Reskrim Polresta Batam Rempang Galang (Barelang), Kompol Yos Guntur.

Yos mengatakan, diduga banyak mobil sejenis beroperasi di Batam dan mengakibatkan kelangkaan solar di Batam beberapa minggu terakhir.

"Apa yang mereka lakukan telah mengakibatkan kelangkaan solar dan kepanikan masyarakat," tambah Yos.

Yos mengatakan, saat ini sopir dan seorang petugas SPBU, LS terus dimintai keterangan untuk mengetahui keterlibatan dua oknum aparat yang juga ditangkap bersama mereka.

"Dua orang lainnya (diduga oknum aparat) bukan kewenangan kami untuk memeriksanya," kata Yos.

Kasat Reskrim mengatakan akan terus mengembangkan kasus tersebut agar penyelewengan BBM bersubsidi di Batam bisa diminimalisasi.

"Kami akan terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lain. Pengawasan di SPBU juga akan kami tingkatkan," ucap Yos.

Manajer penjualan Pertamina Kepulauan Riau (Kepri), I Ketut Permadi mengatakan penyaluran BBM di Batam sesuai kuota.

Kuota BBM jenis solar untuk kebutuhan SPBU di Kepulauan Riau (Kepri), kata Permadi, mencapai 144.992 kilo liter pada 2011. Sedangkan kuota premium mencapai 276.716 kilo liter pada 2011 dan sebagian besar diperuntukkan untuk Kota Batam.

Hingga akhir Agustus, kuota solar yang sudah disalurkan mencapai 98.292 kilo liter sedangkan premium 188.772 kilo liter.

"Batam mendapat porsi paling besar diantara kota/kabupaten lain di Kepri," kata dia.

Menurut Permadi, dalam beberapa hari terakhir pembelian BBM terutama jenis solar di Batam meningkat signifikan sehingga mengakibatkan kelangkaan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026