Logo Header Antaranews Kepri

Timah Dikandung Batu Karang Pulau Berhala

Senin, 24 Oktober 2011 12:10 WIB
Image Print

Jambi (ANTARA Jambi) - Tim eksplorasi Pulau Berhala-Berbak yang melawat dan menyurvei selama tiga hari mengungkapkan telah mendapati batu-batu karang dan tanah di pulau tersebut mengandung unsur bijih timah.

"Kami juga menemukan kandungan timah di bebatuan karang di sepanjang pantai khususnya sebelah barat Pulau Berhala yang jarang dijamah manusia, tetapi kami menganggap itu bukan sesuatu yang bisa digembar-gemborkan sebagai potensi tambang baru," kata Kabid Pariwisata Tanjabtim Bambang Erianto, di Sabak, Minggu.

Tim eksplorasi terdiri atas unsur dari pemkab dan swasta serta wartawan seperti dari beberapa instansi terkait seperti dinas pemuda olahraga kebudayaan dan pariwisata, dinas perhubungan, dinas pekerjaan umum, TN Berbak, perwakilan BP3 Jambi, Asita dan HPI Jambi, Pala, aktivis lingkungan, fotografer, serta LKBN Antara.

Menurut Bambang, temuan yang mungkin sebelum ini tidak diketahui publik kecuali oleh sebagian kecil penduduk, tetap akan dilaporkan ke bupati, dengan harapan tidak justru memicu eksplorasi yang mengarah perusakan lingkungan seperti yang sering dilakukan pertambangan.

"Kami tidak tahu seberapa besar kandungan timahnya, yang jelas ada. Tentu saja bukan kemampuan kami di kepariwisataan untuk mendeteksi hal tersebut, tapi tetap akan kami laporkan resmi kepada bupati," katanya.

Sementara, warga setempat seperti yang diungkapkan Edi Junaedi selaku Kepala Dusun Pulau Berhala, keberadaan timah di batu-batu karang yang tersebar di bagian pantai-pantai sisi sebelah barat pulau tersebut memang sudah diketahuinya sedari dulu.

"Sudah lama kami tahu itu timah, tapi tidak semua penduduk pulau ini yang mengetahui, karena memang pantai di sisi sebelah barat paling jarang dikunjungi warga karena tebingnya yang curam serta hutan yang lebat yang menimbulkan kesan angker," terangnya.

Dia mengakui, sejauh ini memang tidak pernah mendapati ada pihak yang secara khusus datang untuk meneliti keberadaan kandungan bijih timah tersebut, khususnya dari Jambi.

"Kalau dari Kepri dan Riau kita tidak begitu mengetahuinya karena masyarakat dari Kepri umumnya berada di sisi sebelah utara, kalau mau ke barat mereka bisa langsung memutar, tak mungkin ke arah timur terlebih dahulu di mana kami tinggal," katanya.

(pso-144/B013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026