Logo Header Antaranews Kepri

Pertamina - Pemkot Batam Siapkan SPBU Solar Nonsubsidi

Sabtu, 29 Oktober 2011 18:08 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - PT Pertamina wilayah Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar umum nonsubsidi yang akan melayani penjualan solar bagi penunjang kegiatan industri dan proyek konstruksi yang dilarang menggunakan solar bersubsidi.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Ahmad Hijazi, Sabtu mengatakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang akan menjual solar nonsubsidi terletak di depan Baloi Kolam, Lubuk Baja, Batam.

"SPBU BBM nonsubsidi akan diresmikan pada 4 November 2011. Sementara baru satu," kata dia.

Hijazi mengatakan, saat ini Pertamina dan Pemkot Batam mempelajari kemungkinan pelayanan yang sama dibuka di daerah menuju Industri Tanjunguncang dan Batuampar.

"Memang seharusnya pada dua daerah industri tersebut juga ada SPBU nonsubsidi agar kendaraan yang beroperasi di sana tidak usah jauh-jauh membeli di Baloi Kolam," ucap Hijazi.

Ia berharap, dalam waktu dekat bisa merealisasikan SPBU BBM nonsubsidi di dua wilayah tersebut.

Jumat (28/10) Pemkot Batam mengeluarkan edaran yang melarang kendaraan penunjang industri dan proyek kontruksi seperti trailer/prime mover truk as dua dan tiga, truk yang terdapat alat bongkar muat barang (crane), kendaraan pembawa semen (mixer truck), dump truck dan jenis kendaraan berat industri lain menggunakan BBM bersubsidi.

Surat edaran tersebut mengacu pada surat kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) No.613/7/Ka/BPH Migas/11/2010 tertanggal 29 November 2010 tentang Premium dan Minyak Solar Nonnsubsidi untuk Transportasi.

Dengan peraturan tersebut, kata Hijazi diharapakan bisa mengamankan persediaan kuota BBM bersubsidi hingga akhir 2011.

"Pemerintah tidak punya pilihan lain, itu harus segera dilakukan untuk mengamankan persediaan BBm bersubsidi hingga akhir tahun. walaupun akan ada pihak-pihak yang tidak puas," kata dia.

Sebelumnya Manajer Penjualan Pertamina Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, I Ketut Permadi menduga ada penyelewengan BBM bersubsidi terutama jenis solar di Batam karena permintaan meningkat signifikan.

"Bahan bakar minyak (BBM) yang kami salurkan sesuai kuota. Bila pembelian wajar tidak akan terjadi kelangkaan. Kalau pembelian terus meningkat signifikan seperti akhir-akhir ini, kuota tidak akan mencukupi dan kelangkaan pasti akan terjadi," kata Permadi.(pso-292/A013)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026