Logo Header Antaranews Kepri

Antrean Kendaraan Kembali Terjadi di SPBU Batam

Senin, 31 Oktober 2011 14:40 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Antrean kendaraan pengangkut peti kemas dan kendaraan berat lain yang ingin mengisi bahan minyak solar kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Beberapa hari terakhir tidak terjadi antrean, namun sejak Senin dinihari antrean kembali terjadi," kata petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Harbour Bay, Batuampar Batam, Rinaldi, Senin.

Menurut Rinaldi, antrean di SPBU tersebut sempat mencapai ratusan meter pada Senin pagi.

"Saat ini sudah berkurang, tadi pagi antrean yang didominasi trailer dan truk-truk besar lain sangat panjang," tambah dia.

Sopir truk pengangkut peti kemas, Sipahutar mengatakan, beberapa SPBU di wilayah Batuaji dan Sekupang sudah kehabisan stok.

"Beberapa SPBU jalur Batuampar-Tanjunguncang rata-rata sudah kehabisan solar. Hanya SPBU inilah yang masih memiliki solar," kata dia saat antre di SPBU Harbour Bay.

Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM juga terlihat di SPBU Taman Kurnia Djaya Alam Batam centre, dan SPBU Pelita.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Ahmad Hijazi mengatakan, persediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi uuntuk bulan November dan Desember 2011 tinggal 80 persen dari kuota yang ditetapkan.

"Sekitar 20 persen kuota untuk November dan Desember sudah disalurkan pada bulan-bulan ini. Saat ini sisanya tinggal sekitar 80 persen dari yang seharusnya disalurkan pada dua bulan tersebut," kata dia.

Hijazi mengatakan, untuk mengamankan kuota yang tersisa tersebut, pemerintah dan Pertamina telah melarang kendaraan-kendaraan untuk menunjang kegiatan industri dan pertambangan, proyek kontruksi, kehutanan, perkebunan, seperti trailer /prime mover truck as dua dan as tiga, truk crone, dump truck/mixer, dan kendaraan industri lainnya untuk menggunakan BBM bersubsidi.

"Kendaraan-kendaraan tersebut tidak diperkenankan lagi membeli BBM bersubsidi dan harus membeli BBM nonsubsidi pada lembaga penyalur atau SPBU non subsidi yang disediakan Pertamina dan niaga umum lainnya," kata dia.

Hijazi mengatakan, segera akan menunjuk SPBU nonsubsidi karena saat ini di Batam belum ada SPBU nonsubsidi.

"SPBU depan Baloi Kolam, Lubuk Baja mulai Jumat (4/11) mendatang akan mulai menjual solar nonsubsidi," tambah Hijazi.
(pso-292/I006)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026