
Forum Anak Natuna Kunjungi Polres Natuna

Natuna (ANTARA Kepri) - Forum Anak Natuna, yang didirikan para pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri I Natuna, mengunjungi Kepolisian Resort Natuna, Selasa di Ranai, karena khawatir atas maraknya kasus kekerasan anak di daerah itu.
Ketua Forum Anak, Maria yang baru duduk di kelas 2 SMA Negeri 1, Bunguran Timur, Kabupaten Natuna ini menuturkan maraknya kasus yang menimpa anak di daerah itu baik sebagai pelaku maupun korban.
Kondisi tersebut menginspirasi forum yang dipimpinnya sejak setahun ini untuk mengetahui data yang jelas ke pihak kepolisian.
"Kedatangan kami ingin mengetahui data yang pasti terkait kasus yang menimpa anak yang belakangan sering kami baca di media," kata Maria yang datang ke Polres bersama belasan rekannya.
Ia mengatakan, maraknya kasus yang melibatkan anak-anak di Kabupaten Natuna sangat mengkhawatirkan kelompoknya yang merupakan kumpulan anak-anak Natuna.
"Kami tidak ingin ke depan anak-anak Natuna dikenal oleh kenakalan ataupun sebagai korban kekerasan," ucap Maria yang membentuk Forum Anak Natuna sebagai sarana komunikasi anak-anak Natuna dibawah Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Natuna.
Ia mengatakan, geografis Natuna sebagai kawasan terdepan cenderung memiliki daya tarik yang unik bagi pendatang, sehingga mempengaruhi gaya hidup.
"Anak-anak seusia kami sangat mudah dipengaruhi, bahkan kami ada menemui kawan kami yang dibayari kosnya oleh laki-laki," ungkapnya.
Dia menjelaskan, jika kondisi ini tidak ditangani sedini mungkin oleh pihak terkait akan banyak kasus anak sebagai korban.
Sementara itu, Kasat Reskrim Kepolisian Resort Natuna, AKP Wiwit Ari Wibowo, SH mengakui pada bulan Februari ini saja pihaknya sudah menangani dua kasus yang melibatkan anak.
"Satu kasus melibatkan anak sebagai pelaku dan satu lagi sebagai korban. Anak sebagai korban inipun kami tidak melakukan penindakan, tapi diselesaikan secara kekeluargaan saja," katanya.
Menanggapi kekhawatiran Forum Anak Natuna tersebut, Wiwit yang baru bertugas di Reskrim ini sangat apresiatif.
"Memang beginilah sikap peduli yang harus ditunjukkan, kalau perlu forum ini bisa menjadi wadah bagi kalangan anak-anak untuk mengurangi tingkat kenakalan remaja melalui barbagai kegiatan positif," harapnya.
Dengan demikian, menurutnya dapat mengurangi angka kejahatan yang melibatkan anak sebagai pelaku maupun korban.
"Saya tidak ingin menemui kasus yang menimpa anak-anak Natuna yang terlibat dengan kasus asusila," tegasnya.
Sebelumnya, terdata akhir tahun 2011 pihaknya menjaring 18 kasus yang melibatkan anak-anak namun rata-rata dari Pontianak, Kalimantan Barat yang bekerja di kafe-kafe.
"Jika pada operasi kedua, didapati lagi orang yang sama maka akan dilakukan penindakan," tegasnya.
Wiwit berharap dengan adanya Forum Anak Natuna dapat memberikan pencerahan dan motivasi positif bagi kemajuan anak-anak Natuna demi menjaga laman terdepan NKRI.
(KR-RST/E010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
