
Buruh Nutune Batam Blokir Pintu Gerbang Perusahaan

Batam (ANTARA Kepri) - Ratusan buruh PT Nutune di Kawasan Industri Batamindo, Batam, Kepulauan Riau, memblokir pintu gerbang keluar perusahaan meminta manajemen membayarkan pesangon mereka karena dikabarkan perusahaan tersebut tutup mulai 9 Maret 2012.
"Manajemen tidak boleh keluar sebelum hak-hak kami dibayar perusahaan," seru buruh dari luar pagar perusahaan, Kamis malam.
Buruh mengancam akan terus menutup gerbang jika pihak manajemen tidak membayar hak-hak karyawan.
Seorang buruh, Dian, mengatakan perusahaan baru akan membayar pesangon mereka pada 31 Maret setelah menjual aset-aset.
"Itu kata manajemen, tapi tidak ada hitam di atas putih (tertulis). Kami tidak mau menerima, karena bisa jadi kami dibohongi," kata dia.
Sebelumnya buruh telah berkali-kali melakukan perundingan dan aksi demo menuntut pembayaran pesangon sebesar 2-N (dua kali masa kerja) sebelum perusahaan tutup pada 9 Maret 2012. Namun belum ada kepastian karena perusahaan hanya mampu membayar 1-N.
"Kami menuntut perusahaan membayarkan upah 2-N," kata dia.
Hingga saat ini ratusan buruh masih bertahan di depan perusahaan menunggu manajemen merealisasikan tuntutan mereka.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti sebelumnya mengatakan perusahaan tersebut akan tutup pada 9 Maret 2012 dan akan mem-PHK sekitar 600 orang karyawan yang masih tersisa.
"Berdasarkan laporan perusahaan, 9 Maret 2012 berhenti beroperasi atau tutup," kata dia.
Rudi mengatakan, hasil audit akuntan independen yang disampaikan PT Nutune ke pihak Disnaker, perusahaan mengalami kerugian pada dua tahun terakhir dan hanya mampu memberi pesangon pada karyawan sebesar 1-N.
"Perusahaan menetapkan upah pesangon 1-N lantaran rugi, sementara buruh masih tetap menuntut 2-N," kata dia.
Dari hasil audit tersebut, perusahaan mempunyai aset sebesar 3,4 juta dolar Amerika, sementara upah pesangon yang akan dibayarkan untuk semua karyawan di PT Nutune berkisar 2,6 juta dolar Amerika dan sisanya akan digunakan untuk membayar semua utang.
Pada 2011, BP Batam mencatat ada tiga perusahaan asing yang berorientasi ekspor ke kawasan Eropa dan Amerika tutup karena tidak lagi mendapatkan pesanan setelah daerah tersebut mengalami krisis global.
(KR-LNO/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
