
Karantina Batam Kemas Kembali Ikan Impor Pakistan

Batam (ANTARA Kepri) - Stasiun Karantina Ikan Kelas I Hang Nadim Batam melakukan pengemasan kembali 25 ton ikan impor asal Pakistan ke dalam peti kemas berpendingin untuk diekspor kembali ke negara asal.
"Kami mulai tahapan pengemasan ke dalam peti kemas. Jika semua selesai, akan segera direekspor ke Pakistan melalui pelabuhan Batu Ampar. Mudah-mudahan besok sudah selesai dan bisa direekspor," Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Hang Nadim Batam, Ashari Syarif di Batam, Senin.
Ia menyatakan ikan yang direekspor tersebut jumlahnya masih tetap 25 ton sesuai seperti saat tiba di Batam pada 14 Februari 2012 lalu.
"Selama masa karantina penjagaan oleh petugas kami terus dilakukan. Saya yakin jumlahnya tetap sama seperti waktu tiba di Batam. Setelah pengemasan, akan dilakukan pengecekan akhir bersama Bea dan Cukai dan melakukan penyegelan sebelum direekspor," kata dia.
Ashari menjamin belum ada satu ekor ikan berformalin tersebut masuk pasar walaupun tersiar kabar ikan impor berformalin beredar di Batam.
"Saat ikan dari Pakistan ini masuk Batam, sebenarnya ada satu peti kemas ikan impor dari Jepang yang juga masuk. Saya menjamin ikan asal Jepang yang masuk pasar tidak mengandung formalin," kata Ashari.
Ia juga mengatakan, akan meminta surat keterangan dari Pakistan yang menyatakan ikan tersebut benar-benar sampai ke negara pengekspor tersebut untuk memastikan ikan tersebut tidak hanya dikirim ke daerah lain di Indonesia.
Perwakilan PT Bintan Nusantara Mulia, Aziz mengatakan tidak akan mengimpor ikan dari Pakistan lagi karena merasa dirugikan.
"Dengan kasus ini kami dirugikan hingga Rp500 juta. Impor ikan akan kami lakukan dari negara lain seperti Jepang, China, dan Taiwan yang relatif lebih aman," kata dia.
Ia mengatakan, impor ikan ke Batam hanya diperlukan untuk menstabilkan harga saat musim angin utara yang mengakibatkan gelombang tinggi dan nelayan tidak melaut.
"Bila cuaca membaik, impor bisa jadi dihentikan," kata dia.
Selain di Batam, impor ikan asal Pakistan ke Medan Sumatra Utara juga diketahui bermasalah dan mengandung formalin sehingga juga dilakukan reekspor.
(KR-LNO/Z003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
