Logo Header Antaranews Kepri

PAN Tanjungpinang Diduga Diborong Partai Tertentu

Selasa, 28 Februari 2012 00:21 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Pengamat politik di Tanjungpinang Kepulauan Riau Suradji menduga Partai Amanat Nasional akan diborong kubu politik tertentu pada pilkada.

"Terhentinya Musyawarah Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di salah satu hotel di Tanjungpinang pada Sabtu pekan lalu terindikasi kuat adanya aksi borong partai," ungkap Suradji yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji, Senin.

Ia mengungkapkan, kubu politik tertentu yang akan melakukan aksi borong partai ini saat ini sudah melakukan beberapa upaya nyata untuk menarik partai-partai yang ada. Upaya menarik partai politik agar masuk dalam gerbong salah satu figur calon wali kota ini dilakukan baik dengan cara halus sehingga tidak terlihat.

"Intinya, cara apapun akan dilakukan asalkan partai politik tadi mau bergabung dengan partai pengusung figur tertentu tadi. Jika upaya ini gagal maka pihak tertentu yang memiliki modal atau kekuasaan tadi akan berusaha mematikan atau mengacaukan partai politik yang dimaksud," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, upaya penjegalan kader PAN untuk mencalonkan diri sebagai ketua pada Musda PAN Tanjungpinang terindikasi sebagai bagian dari skenario politik yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu. Upaya penjegalan kader-kader PAN itu untuk sementara berhasil digagalkan karena menimbulkan kericuhan sehingga musda dihentikan.

"Aksi borong partai dapat merusak nilai-nilai demokrasi, karena itu PAN harus berhati-hati," katanya.

Sementara Ketua DPD PAN Tanjungpinang Irsyadul Fauzi merasakan ada sesuatu yang tidak lazim terjadi pada saat musda dilaksanakan. Karena itu, ia tidak membantah adanya indikasi aksi borong partai yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

"Ada indikasi penggembosan dalam Musda PAN Tanjungpinang sehingga nama saya juga dicoret sebagai kandidat pada musda," ungkap Irsyadul.

Nama-nama yang direkomendasikan DPP PAN adalah Azwar Abdullah, Burhanuddin, Jamal Adi Susanto dan Firdaus. Sementara delapan nama lainnya yaitu Irsyadul, Ifmaini Idris, Nillawati, Saiful, Dedi Irwandi, Bobby Dejong, Syaban Siregar dan Buana, yang diusulkan DPD PAN Tanjungpinang dicoret.

"Kami merasakan nilai-nilai demokratis dalam pelaksanaan musda diabaikan karena pencoretan nama calon ketua tidak didasari alasan yang kuat," ungkapnya.

Padahal, suara yang diperoleh PAN Tanjungpinang pada Pemilu 2009 naik 60 persen dibanding Pemilu 2004. Suara yang didapat PAN Tanjungpinang sebanyak 5.200 Pemilu 2004 kemudian naik menjadi 8.000 suara pada Pemilu 2009.

"Kami berjuang mati-matian, tetapi kami dizalimi," katanya.

(KR-NP/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026