
Mensos Bantu Suku Laut Rp1,4 Miliar

Batam (ANTARA Kepri) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengunjungi komunitas adat terpencil Suku Laut di Provinsi Kepulauan Riau, Kamis, untuk memberikan bantuan sosial bagi masyarakat setempat sebesar Rp1,4 miliar.
Menteri yang didampingi istri, Ny Zaenab disambut tabuhan rebbana atau biasa disebut di wilayah tersebut Kompang, setibanya di Pulau Bertam, salah satu lokasi tempat tinggal Suku Laut.
Menteri Sosial melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Riau, sebelumnya Menteri memberikan pengarahan pada penutupan Rakernas Karang Taruna dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen Karang Taruna.
Setelah itu, Menteri dan rombongan menyeberang ke Pulau Bertam melalui pelabuhan Sekupang selama sekitar 15 menit dengan kapal cepat.
Di Pulau Bertam, Menteri Sosial memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni. Kondisi rumah warga Suku Laut yang dibangun di atas laut dengan bahan dasar dari kayu. Jembatan kayu atau pelantar kondisinya juga sudah keropos.
Bantuan yang diserahkan adalah untuk rehabilitasi RTLH sebanyak 128 unit masing-masing Rp10 juta dan tiga unit sarana lingkungan berupa pelantar masing-masing sebesar Rp50 juta. Total bantuan mencapai Rp1,4 miliar untuk tiga pulau yang didiami Suku Laut yaitu Pulau Bertam, Gara dan Lingka.
"Apa yang Kementerian Sosial berikan hari ini hanya dorongan, tidak mungkin bisa masalah sosial diselesaikan sendiri tanpa bantuan semua pihak," kata Menteri Sosial.
Menteri mengharapkan, agar bantuan yang diberikan tersebut bisa bermanfaat dan segera direalisasikan yaitu rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Suku Laut adalah salah satu komunitas adat terpencil yang hidup dan beraktivitas di perahu atau sampan dan bermatapencaharian sebagai nelayan.
Semula mereka tinggal di atas perahu, namun saat ini Suku Laut di Pulau Bertam, Gara dan Lingka sudah tinggal di rumah yang berdiri di atas laut.
Di Kepulauan Riau, ada lebih dari 100 pulau lain disamping pulau utama, sehingga terjadi perbedaan baik dari segi kesejahteraan, infrastruktur dan lainnya.
(D016/C004)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
