Logo Header Antaranews Kepri

Mensos tegaskan para siswa lulusan Sekolah Rakyat tak boleh ada yang menganggur

Rabu, 29 April 2026 16:43 WIB
Image Print
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di sela-sela acara "Menuju Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan" di Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa para siswa lulusan Sekolah Rakyat nantinya tidak boleh ada yang menganggur.

"Tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang nanti katakanlah menganggur, tidak sanggup menjadi agen perubahan," kata Mensos Saifullah Yusuf di sela-sela acara "Menuju Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan" di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, para lulusan Sekolah Rakyat nantinya akan diarahkan pada dua jalur.

Para lulusan yang berminat untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi, akan difasilitasi.

Baca juga: LPDP ajak para periset Indonesia optimalkan dana abadi penelitian Rp13,9 T

"Kalau mereka ingin kuliah, selama memiliki kemampuan, seluruh perguruan tinggi negeri sudah siap untuk menerima. Bahkan ada perguruan tinggi swasta seperti Universitas Ary Ginanjar sudah siap menerima lulusan-lulusan Sekolah Rakyat dari sekarang," kata Saifullah Yusuf.

Sementara lulusan yang berminat menjadi pekerja terampil akan diberikan pelatihan keterampilan yang diadakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Saat ini, pemerintah sedang mempercepat pembangunan puluhan gedung permanen di berbagai kabupaten/kota di Indonesia untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos: Lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh ada yang menganggur



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026