Logo Header Antaranews Kepri

Mensos soroti peluang kerjasama dengan industri untuk tekan angka kemiskinan

Selasa, 20 Januari 2026 16:55 WIB
Image Print
Mensos Saifullah Yusuf saat memaparkan materi terkait bantuan sosial tepat sasaran di acara Apkasi di Batam, Kepri, Selasa (20/1/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti peluang kerja sama dengan sektor industri untuk mengentaskan kemiskinan di daerah yang memiliki kemiskinan bersifat urban seperti di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Batam tahun 2025 tercatat sekitar 68 ribu jiwa.

“Mengatasi kemiskinan itu ada beberapa hal. Pertama melalui pendidikan, kedua perlindungan dan jaminan sosial, dan ketiga pemberdayaan. Semua disesuaikan dengan karakter dan kondisi keluarga penerima manfaat,” ujar Menteri Saifullah di Batam, Selasa.

Ia mencontohkan adanya kolaborasi yang telah dibangun antara Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan sejumlah industri, khususnya untuk menyerap lulusan SMA dan sederajat agar langsung masuk ke dunia kerja.

“Ya bisa dengan bekerja sama dengan industri di sini. Saya dengar wali kota dan gubernur sudah membuat perjanjian kerja sama dengan industri-industri, sehingga lulusan sekolah bisa diserap industri,” katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat membutuhkan dukungan yang tergantung pada situasi dan kondisi tiap individu.

Baca juga: Polres Natuna tahan oknum ASN terduga pelaku persetubuhan anak

“Jadi kalau misalnya ia usia produktif, ya mungkin yang dibutuhkan bantuan modal, bantuan keterampilan. Kalau dia usia sekolah, ya dia wajib sekolah,” katanya.

Terkait bantuan sosial, Saifullah menyampaikan bahwa program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) tetap berjalan, namun kini didukung pembenahan data melalui penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

DTSEN diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan menjadi rujukan seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

“Sekarang Indonesia menuju satu data tunggal. Pemutakhiran dilakukan setiap tiga bulan, sehingga penerima bantuan bisa berubah sesuai kondisi terbaru,” katanya menjelaskan.

Ia meminta dukungan aktif pemerintah daerah hingga tingkat RT dan RW untuk memastikan data kemiskinan terus diperbarui.

Dengan data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor, Saifullah optimistis pengentasan kemiskinan di Batam, maupun di daerah lain, dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos soroti peluang kerja sama dengan industri untuk tekan kemiskinan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026