
Pemkab Karimun Jamin Soal UN Aman

Karimun (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menjamin tidak ada kebocoran soal ujian nasional SMA sederajat yang dilaksanakan serentak di Tanah Air, Senin.
"Saya jamin tidak ada kebocoran soal (UN) di Karimun, meski ada isu soal UN bocor di beberapa daerah di Tanah Air," kata Wakil Bupati Aunur Rafiq saat meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 2 Karimun, Senin.
Aunur Rafiq mengatakan pelaksanaan UN pada hari pertama di seluruh SMA, SMK dan MA se-Karimun berjalan dengan baik tanpa diwarnai isu kebocoran soal.
"Mengenai kebocoran soal di beberapa daerah, itu 'kan hanya baru sebatas isu dan bisa saja sengaja diciptakan. Namun, sms mengenai soal yang bocor itu sampai saat ini tidak sampai ke Karimun," ucapnya.
Kalaupun terjadi kebocoran soal, dia berharap agar para siswa tidak mudah percaya karena dikhawatirkan akan merugikan siswa itu sendiri.
"Jangan sampai percaya isu-isu. Antisipasinya adalah percaya diri bahwa mereka mampu menjawab berdasarkan kemampuan dan persiapan yang telah dilakukan. Selain itu, anak-anak tentu harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental," kata dia.
Dia juga telah mengarahkan pihak sekolah untuk tidak membenarkan siswa membawa telepon genggam saat mengikuti ujian.
"Tidak boleh bawa 'handphone, tapi pihak sekolah juga tidak melakukan razia terhadap siswa yang membawa handphone karena dapat menimbulkan dampak psikis terhadap anak-anak. Di dalam ruangan 'kan ada pengawas yang dapat memantau peserta yang membawa handphone," ucapnya.
Dia juga mengingatkan kepada guru atau pengawas untuk tidak mencoba-coba membocorkan soal karena konsekuensi dari perbuatan tersebut adalah diproses secara hukum.
"Bagi guru atau pengawas yang membocorkan soal tentu bisa dikenakan sanksi pidana. Oknum yang membocorkan soal harus siap menanggung risiko untuk diproses secara hukum. Kami meminta aparat kepolisian mengawasi agar tidak ada oknum yang coba-coba melakukannya, lagi pula penyimpanan soal serta pendistribusiannya juga dikawal ketat polisi," ucapnya.
Kepala SMAN 2 Karimun Rustam mengatakan pelaksanaan UN berjalan lancar. Soal-soal, menurut dia dijemput ke Polres Karimun sekitar pukul 06.00 WIB.
"Polisi juga melakukan pengawalan ketika soal dibawa ke sekolah," ucapnya.
Rustam mengatakan total siswa yang mengikuti UN di sekolah tersebut sebanyak 300 orang, terdiri atas 107 orang untuk jurusan IPA dan 193 jurusan IPS.
"Setiap lokal diisi maksimal 20 siswa, tapi ada juga beberapa ruangan yang diisi 18 orang," katanya.
Dia berharap seluruh siswa berkonsentrasi sehingga mampu menjawab seluruh soal yang diujikan.
"Kami berharap kelulusan 100 persen selama dua tahun berturut-turut juga terwujud tahun ini," ucapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Karimun, jumlah siswa yang mengikuti UN tingkat SMA sederajat pada tahun ini sebanyak 2.759 orang di 27 sekolah. Rinciannya, siswa SMA sebanyak 1.914 orang dari 16 sekolah, SMK 631 orang dari 6 sekolah, MA 210 orang pada 4 sekolah, SMA Luar Biasa 4 orang dengan satu sekolah.
(KR-RDT/M009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
